Freti Anggriani
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Impact of Foreign Workers (TKA) on Local Workers Local Workers in South Kalimantan Ummi Kalsum; Freti Anggriani; Alfina Damayanty
Tawazuna Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : UMBanjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/twz.v3i1.811

Abstract

TKA is someone who comes from outside the country of Indonesia who can do work, both inside and outside the work bond to produce goods or services to meet the needs of the community. The research method used in this article is literature review, by taking an approach that involves analysis and synthesis of written sources that are relevant to the issues that have been set as the purpose of writing the article. In the country of Indonesia itself there are 111.7 thousand foreign workers, 5 Kalimantan provinces occupy positions 16, 20, 21, 22, 23. causing a significant impact from the presence of TKA to TKL in South Kalimantan. The regulations in Indonesia that regulate employment are Law Number 13 of 2003 and several Ministerial Regulations Number PPR.02/MEN/III/2008 concerning Procedures for Employing Foreign Workers. Thus it can be concluded that the influence generated by TKA on TKL does not have an impact that creates social jealousy towards TKL towards TKA.
Analisis Peran Social Commerce Dalam Peningkatan Penjualan Usaha Mikro Di Puruk Cahu Kabupaten Murung Raya Provinsi Kalimantan Tengah Freti Anggriani; Ikhwatun Hasanah; Khabib Musthofa
Al-Iqtishod : Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 7 No. 2 (2025): Al-Iqtishod: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/iqtis.v7i2.4263

Abstract

Perkembangan teknologi dan media sosial mendorong pelaku usaha mikro untuk memanfaatkan social commerce sebagai sarana pemasaran dan penjualan. Di Kota Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya, pemanfaatan social commerce oleh usaha mikro sektor makanan belum berjalan optimal karena adanya keterbatasan jaringan internet, kemampuan digital marketing, serta kendala pengemasan dan distribusi produk. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis peran social commerce dalam meningkatkan penjualan usaha mikro di Kota Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran social commerce dalam meningkatkan penjualan usaha mikro di Kota Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah. Social commerce, yang merupakan kombinasi antara e-commerce dan media sosial, menjadi alternatif strategis bagi pelaku usaha mikro dalam memasarkan produknya secara luas dengan biaya yang lebih efisien. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap 10 pelaku usaha mikro sektor makanan yang memanfaatkan platform seperti WhatsApp, Facebook, Instagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan social commerce memberikan dampak terhadap peningkatan penjualan, perluasan jangkauan pasar hingga ke luar daerah, dan kemudahan dalam menjalin komunikasi dengan pelanggan. Namun, beberapa kendala juga ditemukan seperti keterbatasan sinyal internet, kurangnya tenaga kerja terampil di bidang digital marketing, serta kendala dalam pengemasan dan distribusi produk. Meskipun demikian, penggunaan social commerce terbukti mampu meningkatkan penjualan usaha mikro di Puruk Cahu.