Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH AIR LAUT TERHADAP KUAT TEKAN BETON GRADASI SENJANG DENGAN CAMPURAN BUBUT ALUMINIUM SEBAGAI EXPANSIVE AGENT Wirawan, Ageng Maulana; Yichao, Zhang
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 3 (2024): EDISI SEPTEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i3.4922

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari desain beton ekspansif bergradasi senjang dengan menggunakan reaksi bubut aluminium, pada air laut. Indonesia merupakan negara kepulauan yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, angin muson dari Samudera Hindia bersifat sangat kuat dan dapat menyebabkan erosi tanah terutama di Laut Jawa bagian Selatan dengan kecepatan permukaan tertinggi sebesar 31 cm/detik. Pembangunan kawasan pemukiman dan kawasan wisata di sepanjang pantai Selatan Jawa membutuhkan material bangunan yang tahan terhadap air laut. Pada penelitian ini dibuat tiga variasi beton yang difokuskan pada komposisi aluminium sebagai pengganti sebagian agregat halus, yaitu (A) 0,2%, (B) 0,3% dan (C) 0,4% dari total volume beton atau 1,68%, 2,79% dan 3,35% dari berat semen. Ketiga laju ekspansi tersebut adalah 1,85%, 1,96% dan 2,04% dari volume beton normal. Beton tipe A memiliki kuat tekan terendah dari ketiga benda uji. Namun berbeda dengan dua spesimen lainnya, Spesimen A yang direndam dalam air laut memiliki kuat tekan yang lebih besar dibandingkan dengan spesimen yang direndam dalam air tawar. Sedangkan beton tipe B merupakan beton yang memiliki komposisi paling efisien dengan nilai kuat tekan paling besar, baik yang direndam dalam air tawar maupun air laut.
LITERATURE STUDY OF THE ENVIRONMENTAL IMPACT ASSESSMENT AND LIFE CYCLE OF GEOPLYMER MORTAR MATERIAL AS A LOW-CARBON ALTERNATIVE Ramadhani, Dimas Lambang; Yichao, Zhang
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 2 (2025): EDISI JUNI
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i2.6293

Abstract

The manufacturing of intensive cement requires a lot of energy, which leads to large greenhouse gas (GHG) emissions, and the conventional concrete (CC) is notorious for having a big environmental impact. This study offers a thorough analysis of the literature on the life cycle and environmental impact evaluation of geopolymer mortar materials, investigating them as a low-carbon substitute for conventional concrete. Concrete types covered by the analysis include self-healing geopolymer concrete (SHGPC), conventional concrete (CC), and geopolymer concrete (GC). The findings indicate that GC offers substantial environmental benefits over CC, particularly in terms of climate change mitigation and fossil depletion, due to the use of fly ash and silica fume. However, the chemical activators in GC, such as NaOH and Na2SiO3, have significant negative impacts on human health and freshwater ecosystems. Additionally, while SHGPC reduces global warming potential, it increases fossil fuel consumption and ozone depletion due to sodium silicate production and self-healing microcapsule synthesis. Transportation of raw materials like fly ash and silica fume also plays a crucial role in the overall environmental impact but can be minimized by sourcing locally. This review highlights the need for further research and development in optimizing geopolymer production processes, utilizing local materials, and enhancing self-healing technologies to promote sustainable construction practices.