Layla, Siti Farida Noor
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efektifitas Pendidikan Kesehatan Sadari Terhadap Pengetahuan Dan Perilaku Dalam Upaya Deteksi Dini Kanker Payudara Pada Remaja Putri Di Sma Pawyatan Daha Kediri Noviani, Menny; Layla, Siti Farida Noor; Peristiowati, Yuly
Journal of Health Science Community Vol. 1 No. 2 (2020): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker payudara merupakan kanker yang paling banyak dialami oleh kaum wanita. Wanita usia subur memiliki risiko terkena kanker lebih besar, saat ini kanker payudara juga menyerang perempuan berusia muda atau remaja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan SADARI terhadap pengetahuan dan perilaku dalam upaya deteksi dini kanker payudara pada remaja putri di SMA Pawyatan Daha Kediri. Desain penelitian menggunakan Pre Experimental Design dengan jenis One Group Pretest Posttest. Tehnik sampling menggunakan Proportional Stratified Random Sampling. Populasi penelitian sebanyak 205 remaja putri sedangkan sampel penelitian sebanyak 136 remaja putri. Variabel Independen yaitu pendidikan kesehatan SADARI, sedangkan variabel Dependen yaitu Pengetahuan dan Perilaku SADARI. Sebagian besar reponden sebelum diberikan pendidikan kesehatan SADARI memiliki pengetahuan kurang yaitu 59% (80 responden) dan perilaku SADARI tidak sesuai sebanyak 98% (133 responden). Setelah diberikan pendidikan kesehatan SADARI memiliki perilaku baik sebanyak 89% (121 responden) dan perilaku SADARI sesuai sebanyak 93% (127 responden). Hasil analisa data menggunakan Wilcoxson didapat nilai signifikan sebesar 0,000 < (α = 0,05) jadi H0 ditolak, maka ada pengaruh pendidikan kesehatan SADARI terhadap pengetahuan dan perilaku SADARI remaja putri. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa dengan pelaksanaan pendidikan kesehatan SADARI dapat meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang SADARI yang akhirnya dapat merubah perilaku SADARI yang sesuai sehingga dapat mendeteksi secara dini kanker payudara
Perilaku Pencegahan Terjadinya Komplikasi Diabetik Di Tinjau Dari Self Efficacy Pada Pasien Diabetes Mellitus Timuneno, Selviana; Layla, Siti Farida Noor; Ambarika, Rahmania
Journal of Health Science Community Vol. 1 No. 2 (2020): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Mellitus adalah suatu penyakit pada sistem endokrin yang mana menyebabkan gangguan pada metabolisme tubuh. Pasien yang didiagnosa DM sering mengalami komplikasi di karenakan kurangnya self efficacy pada dirinya yang di tandai dengan ketidakmampuan seseorang dalam mengatur dan mengendalikan kadar gula darah. Tujuan: Tujuan dari penulisan literatur ini adalah untuk mengetahui hubungan self efficacy dengan perilaku pencegahan terjadinya komplikasi diabetik pada pasien diabetes mellitus. Metode: Penelusuran artikel atau jurnal yang relevan dilakukan menggunakan database melalui Google Scholar, Google Cendekia, dan Pubmed Central (PMC) dalam periode tahun 2015-2019. Hasil dari penelusuran di dapatkan 10 artikel menggunakan intervensi keperawatan namun hanya 8 artikel saja yang memenuhi kriteria inklusi yakni sesuai dengan kata kunci. Analisis 8 jurnal ini di lakukan berdasarkan pada bagian desain, populasi, sampel, sampling, parameter dan kesimpulan. Hasil dan pembahasan: Menurut jurnal yang telah di review data pada responden yang melakukan management atau efikasi diri menyatakan adanya hubungan perilaku pencegahan dengan kejadian komplikasi akut pada pasien DM. Pasien DM yang memiliki perilaku pencegahan yang cukup (60-79%) mempunyai 4,73 kali untuk mengalami komplikasi akut pada DM. Dari hasil penelitian yang di lakukan di temukan adanya hubungan yang signifikan antara self efficacy dengan perilaku pencegahan ulkus diabetik. Sehingga pasien Diabetes Mellitus yang melakukan self efficacy atau efikasi diri dengan baik maka perilaku pencegahan luka diabetik juga semakin baik. Beberapa penelitian menemukan bahwa individu dengan tingkat self-efficacy yang tinggi memiliki hubungan positif dengan partisipasi dalam perilaku manajemen diri diabetes, meskipun tidak terjadi secara bersamaan pada semua domain manajemen diri. Kesimpulan: Oleh karena itu, pembahasan mengenai self efficacy dalam manajemen diri pasien DM perlu dilakukan, mengingat bahwa meningkatkan self-efficacy merupakan salah satu tindakan mandiri keperawatan yang dapat mencegah akan adanya komplikasi diabetik
Tactile Stimulation and Active-Assisted Exercise on Motor Function and Functional Ability of Upper Extremity in Post-Stroke Patients Ekasari, Fahma Yulinda; Kusumawati, Prima Dewi; Widyowati, Agustin; Layla, Siti Farida Noor; Anggraini, Novita Ana
Jurnal Kesehatan Vol 16 No 3 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jk.v16i3.5315

Abstract

Post-stroke sensorimotor disorders are the leading cause of long-term disability in adults. The purpose of this research was to analyze the combined effect of tactile stimulation and active-assisted exercise on upper-extremity motor function and functional activity in post-stroke patients at Physio Dahsyat Home Care. A Quasi-Experimental Design was used with purposive sampling. Thirty participants were divided into two groups: Group A, a combination of tactile stimulation and active assisted exercise; and Group B, electrical stimulation and PNF. The average scores of FMA-UE and CAHAI-8 in Group A were 16.33 to 60.13 and 14.80 to 52.73. In Group B, the average score was 13.40 to 48.07 and 13.40 to 44.87. Paired t-tests showed p-values<0.001 for both Group A and Group B, indicating a significant effect in both groups. An independent test showed a significant. <0.001, indicating a comparison of the impact on motor function and functional activity of the upper extremity. The highest average scores for motor function and functional activity in Group A were 60.13 and 52.73. A combination of tactile stimulation and active-assisted exercise was more effective, leading to increased muscle strength through motor unit activation; the more motor units involved, the greater the increase in muscle strength.