Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Fluid Warmer / Penghangat Cairan Infus Terhadap Penurunan Kejadian Menggigil Pasca Anestesi Pada Pasien Dengan Spinal Anestesi Di Rumah Sakit Lavalette Mumpuni, Lia Wikanova; Sutrisno
Journal of Health Science Community Vol. 1 No. 2 (2020): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Post anesthetic shivering (PAS) atau menggigil pasca anestesi didefinisikan sebagai suatu fasikulasi otot rangka di daerah wajah, kepala, rahang, badan, atau ekstremitas yang berlangsung lebih dari lima belas detik. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan Fluid Warmer / penghangat cairan infus terhadap penurunan kejadian menggigil pasca anestesi pada pasien dengan spinal anestesi di Rumah Sakit Lavalette. Desain penelitian eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk quasy experiment with control group. Pengambilan Sampel diambil menggunakan teknik Accidental sampling. Dengan jumlah sampel 30 subyek penelitian, 15 subyek sebagai kelompok perlakuan dan 15 subyek sebagai kelompok kontrol. Dari hasil uji analisis dengan menggunakan T-test di dapatkan nilai p<0,05 yaitu p=0,047 yang berarti bahwa terdapat Efektivitas Penggunaan Fluid Warmer / Penghangat Cairan Infus Terhadap Penurunan Kejadian Menggigil Pada Pasien Paska Spinal Anestesi Di Kamar Operasi Rumah Sakit Lavalette Kota Malang. Dari hasil rata-rata dari sebelum dan sesudah pemberian infus hangat maupun yang tidak diberikan infus hangat dapat ditarik kesimpulan bahwa pemberian infus hangat mampu mempertahankan suhu tubuh, dimana pemberian infus hangat mempunyai selisih (36,43- 36,25=0,18) dan yang tidak diberikan infus hangat mempunyai selisih (36,50 - 35,16=1,34). Dengan pemberian cairan infus hangat akan berakibat pada perubahan suhu dalam pembuluh darah. Hal ini akan dideteksi oleh termoreseptor pada hipothalamus sehingga terjadi vasodilatasi pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah meningkat. Suhu tubuh berpindah dari darah melalui pembuluh darah ke permukaan tubuh, sehingga permukaan tubuh pun menjadi hangat
INFLUENCE OF USE FLUID WARMER TO REDUCING THE EVENT OF SHIVERING IN PATIENTS WITH POST SPINAL ANESTHESIA Sutrisno, Sutrisno; Mumpuni, Lia Wikanova; Dwianggimawati, Mayta Sari
JURNAL SABHANGA Vol. 4 No. 1 (2022): JURNAL SABHANGA
Publisher : LPPM STIKes SATRIA BHAKTI NGANJUK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53835/jssbn.v4i1.51

Abstract

Post anesthetic shivering (PAS) or shivering after anesthesia is defined as a fasciculation of the skeletal muscles in the face, head, jaw, trunk, or extremities that lasts more than fifteen seconds. The research design used in this study was a quasy experiment with a control group. With a sample size of 30 respondent. The mean pre and post temperature of the intervention group was (36.4±0.79 and 36.25±1.17) while the mean pre and post temperature of the control group was (36.51±0.71 and 35.17±1.35). The results of the incidence of shivering in the intervention group respondents were found to be the largest in the non-shivering category as many as 8 (53.3%) respondents, while in the control group the largest in the category of muscular activity in general throughout the body there was 6 (40%) respondents. The results of the Independent T Test obtained a p value of 0.014, while the Mann Whitney test obtained a p value of 0.037 so there was a significant difference in the patient's temperature and the incidence of shivering in patients after spinal anesthesia being given a warm infusion.