Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDIRIAN POJOK DIGITAL DESA PASIGARAN SEBAGAI SALAH SATU SARANA DIGITALISASI DESA PASIGARAN Maulana, Indra; Chandrawijaya, Yehezkiel; Hartanto, Erik Rachmadi; Amril, Masniarara Aziza Balfas; Jodie, Nathania; Zaharani, Salsabila Putri
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i1.37130

Abstract

BUMDes atau Badan Usaha Milik Desa merupakan salah satu upaya untuk pembangunan desa yang tercantum dalam Pasal 78 UU No. 6 Tahun 2014. Pembangunan desa ditopang oleh pembangunan masyarakat yang memiliki tiga tujuan yaitu meningkatkan kesejahteraan dengan melalui pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan sarana dan prasarana desa, dan pengembangan potensi ekonomi lokal. Praktik ekonomi BUMDes Pasigaran dianggap belum berjalan secara optimal karena BUMDes Pasigaran baru terbentuk 9 bulan yang lalu. Hal tersebut dikarenakan terdapat banyak kendala dari pihak desa maupun warga desa setempat. Perlu tindakan dengan tujuan keuntungan masyarakat, bukan hanya membantu meringankan tetapi juga menguntungkan. Pencatatan, pembukuan, promosi dan peningkatan masyarakat terhadap pengetahuan produk (product knowledge). Berdasarkan latar belakang, maka tujuan program pengembangan masyarakat dalam permasalahan yang akan diselesaikan di antaranya pemasangan Wi-Fi untuk sarana BUMDes dalam hal digitalisasi bisnis. BUMDes Pasigaran ditunjuk sebagai pengawas Pojok Digital Desa Pasigaran. Program pengabdian masyarakat (PPM) dilakukan di Desa Pasigaran, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang. Program pojok digital membantu akses internet warga desa dan digitalisasi bisnis secara berkala.
The Pengaruh Logistic Operation Service Quality, Logistic After Sale Service Quality dan Customer Satisfaction Terhadap Customer Trust E-Commerce Sayur Box Amril, Atiqa Firani Balfas; Santosa, Wahyuningsih; Dewayana, Triwulandari Satitidjati Dewayana; Amril, Masniarara Aziza Balfas
Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Bisnis dan Manajemen Volume 12 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Jurnal Bisnis dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jbm.v12i2.16340

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Logistics Operation Service Quality (LOSQ) dan Logistics After Sales Service Quality (LASQ) terhadap Customer Satisfaction (CS) dan Customer Trust (CT) pada pengguna platform e-commerce Sayur Box di Indonesia. Penelitian ini juga menguji peran kepuasan pelanggan sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara kualitas layanan logistik dan kepercayaan pelanggan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain survei cross-sectional. Sebanyak 200 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring dengan skala Likert 1–5. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling – Partial Least Squares (SEM–PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Logistics Operation Service Quality berpengaruh signifikan terhadap kepuasan dan kepercayaan pelanggan, sedangkan Logistics After Sales Service Quality hanya berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan namun tidak terhadap kepercayaan. Selain itu, kepuasan pelanggan berperan penting sebagai mediator dalam membangun kepercayaan pelanggan terhadap platform Sayur Box. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas layanan logistik operasional merupakan strategi kunci dalam memperkuat kepercayaan dan loyalitas pelanggan di sektor e-commerce berbasis produk segar. Penelitian ini juga memberikan kontribusi konseptual dengan memperluas penerapan Commitment-Trust Theory dan Expectation-Confirmation Theory pada konteks manajemen rantai pasok digital melalui pengujian empiris peran kepuasan pelanggan sebagai mekanisme mediasi antara kualitas layanan logistik dan pembentukan kepercayaan pelanggan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel seperti brand image, perceived risk, dan adopsi teknologi guna memperoleh pemahaman yang lebih mendalam terhadap perilaku pelanggan.