Andy, Safria
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hakikat Keislaman dalam Pemutusan Pelaksanaan Id. Adha (Memahami Tafsir Surat An-Nisa: 59 dan Ali Imran: 103) Andy, Safria
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v5i2.5790

Abstract

AbstractIslam adalah agama yang megajarkan ummatnya kepada keselamatan sejati, yaitu penuhanan diri seorang hamba hanya kepada Allah Swt, sehingga mampu menghadapi kenyataan yang adanya sebab kenyataan tersebut juga bagian dari ciptaan Allah Swt. Kenyataan selalu dihadapi dengan berbagai persoalan dan permasalahan. Keputusan merupakan solusinya, namun di dalam memutuskan keputusan untuk sebagai solusi dalam menjawab persoalan dan menghadapi permasalahan, selalu ada perbedaan pemahaman. Perbedaan merupakan proses dalam menuju keputusan yang berpahamkan kebersamaan. Pemahaman bersama merupakan pemahaman yang sejati dalam menuju sebuah tujuan (hasil) dari kenyataan yang harus dihadapi.Contohnya, di dalam memutuskan pelaksanaan Iddain (dua hari raya), khususnya Id. Adha, membutuhkan pemahaman sejati dengan mengembalikan kepada hasil yang diinginkan yang berkaitan dengan tujuan bertauhid atau Hakikat Keislaman. Tujuan bertauhid adalah menyembah haya kepada Allah Swt. Dengan berlandaskan kepada tujuan bertauhid, maka dua kelompok yang berbeda akan memperoleh akal yang sehat sesuai dengan intruksi Allah dalam surat al-Alaq ayat 1-2, bahwa kita berbuat dengan karena Allah Swt. Kesadaran tersebut akan memberikan kebahagaiaan yang sejatinya pelaksanaan iddain dan puasa Ramadhan khususnya Id. Adha, merupakan alat yang mengantarkan kita menuju kebahagiaan dalam keislaman. Kebahagiaan tersebut terwujud oleh kebersamaan yang hanya berpeagang kepada tali Allah Swt atau hokum-Nya, yaitu al-quran dan Hadits. Berpegang kepada kedua sumber tersebut akan meredakan susana perselisihan atau perbedaan paham dan mengantarkan kepada kelurusan dalam beriman kepada Allah Swt. Kelurusan dalam mengimani Allah dan rasul-Nya akan mengantarkan seorang hamba Allah Swt., atau ummat Nabi Muhammad Saw., kepada kemudahan di dalam mempertemukan perbedaan menjadi kebersamaan dan menuju kebahagiaan dalam keislaman.