zahriata, aminata
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penafsiran Saintifik Terhadap Petir; Tinjauan Tafsir Bil-Ma’tsur, Bil-Ra’yi, dan Bil-‘Ilmi zahriata, aminata
Al-I'jaz: Jurnal Kewahyuan Islam Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/al-i'jaz.v6i1.7436

Abstract

Pembahasan tentang ayat-ayat kauniyah di kalangan mufassir semakin genjar dilakukan. Pasalnya kajian terhadap ayat-ayat kauniyah ini dapat digunakan untuk menambah wawasan dan pengetahuan umat Islam dan para akademisi khususnya. Dengan tema: “Penafsiran Saintifik Terhadap Petir: Tinjauan Tafsir Bi al-Ma’tsur, Bi al-Ra’yi dan Bi al-‘Ilmi”, maka peneliti mencoba melakukan integrasi terhadap penafsiran ayat-ayat Alquran dan Sains dengan menggunakan metode maudhi’i / tematik yang bercorak ilmi. Dengan menggunakan metode tematik, maka peneliti akan mengumpulkan ayat-ayat yang berkaitan dengan tema, kemudian membahasnya satu persatu dengan merujuk pada penafsiran tafsir Bi al-Ma’tsur, tafsir Bi al-Ra’yi, dan tafsir Bi al-‘Ilmi. Selanjutnya peneliti menambahkan penjelasan yang saintifik tentang bagaimana proses terjadinya petir, jenis-jenisnya, dan manfaat serta mudharat yang dihasilkan oleh petir. Di dalam ayat-ayat Alquran petir dibahas dengan menggunakan term Al-Barqu, Ar-Ra’d, dan Aṣ-Ṣaiqah. Ternyata ada sekitar 11 ayat yang membicarakan tentang petir. Di dalamnya memuat petir sebagai guruh atau disebut Ar-Ra’d, petir sebagai kilat atau disebut Al-Barqu, dan petir sebagai halilintar dan petus yang disebut Aṣ-Ṣaiqah. Allah melalui kalam-Nya pada 1400 tahun yang lalu telah menceritakan bagaimana petir itu terbentuk, kengerian dan bagaimana sifat petir yang suka menghancurkan, sedangkan para ilmuwan modern baru saja memulai penelitian itu sejak 200 tahun yang lalu. Dari sini kita bisa menarik kesimpulan bahwasan kemukjizatan Alquran berlaku sepanjang zaman hingga yaumil akhir. Hanya saja perlu kiranya kita menggali dan melakukan observasi lebih terhadap ayat-ayat kauniyah dan mempublikasikannya berdasarkan aturan ilmiah yang ada.