Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

FORMULASI DAN UJI MUTU FISIK KOMBINASI EKSTRAK ETANOL KAYU SECANG (Caesalpinia sappan L.) DAN KAYU MAHONI (Swietenia mahagoni) DENGAN VARIASI XANTHAN GUM SEBAGAI GELLING AGENT GEL PEWARNA RAMBUT Tri Prasongko, Erfan; Leli, Wiligis Yulian
SAINS INDONESIANA Vol. 1 No. 6 (2023): Vol. 1, No. 6 Edisi Desember 2023
Publisher : Gamma Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) dan kayu mahoni (Swietenia mahagoni) merupakan dua tanaman yang berpotensi digunakan sebagai pewarna rambut. Kayu secang diketahui memiliki kandungan senyawa brazilin yang mampu menghasilkan warna merah, sedangkan kayu mahoni memiliki kandungan senyawa flavonoid, tannin, dan kuinon yang merupakan senyawa pewarna. Pada penelitian ini, peneliti ingin mengetahui pengaruh variasi konsentrasi gelling agent xanthan gum pada gel pewarna rambut dari kombinasi kayu secang dan kayu mahoni pada uji mutu fisik, uji iritasi, uji kesukaan dan uji stabilitas warna. Metode Penelitian ini diawali dengan pembuatan gel pewarna rambut kombinasi kayu secang dan kayu mahoni dengan variasi konsentrasi xanthan gum 1%, 3,5%, dan 7% yang dilanjutkan dengan pengujian mutu fisik, iritasi, kesukaan dan stabilitas warna. Hasil pengujian menunjukkan terdapat pengaruh variasi konsenstrasi xanthan gum terhadap mutu fisik gel pewarna rambut tersebut. Pada uji iritasi tidak ditemukan adanya pengaruh variasi konsentrasi pada skin test yang dilakukan. Gel pewarna rambut dengan konsentrasi xanthan gum 3,5% merupakan sediaan yang paling disukai oleh responden dari ketiga formulasi yang diujikan. Uji stabilitas warna menunjukkan bahwa warna yang dihasilkan stabil meskipun terkena paparan sinar matahari dan pencucian. Berdasarkan penelitian yang dilakukan menunjukkan variasi konsentrasi xanthan gum berpengaruh terhadap mutu fisik dan tidak berpengaruh terhadap uji iritasi dan uji stabilitas warna. Formulasi gel pewarna rambut dengan konsentrasi xanthan gum 3,5% merupakan formula yang paling disukai responden.
FORMULASI GEL PEWARNA RAMBUT ALAMI DARI EKSTRAK ETANOL 70% KULIT KAYU MANIS (Cinnamomum burmanni Nees es BI) TRI PRASONGKO, ERFAN; Arifian, Putri Febri
SAINS INDONESIANA Vol. 2 No. 1 (2024): Edisi Februari 2024
Publisher : Gamma Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pewarna rambut merupakan salah satu sediaan kosmetik yang berfungsi untuk mengembalikan warna asal rambut atau untuk tujuan fashion. Sediaan pewarna rambut alami memiliki dampak negatif yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan sediaan sintetis. Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai pewarna rambut adalah kulit kayu manis dengan kandungan senyawa flavonoid, saponin, kuinon, triterpenoid, dan tanin yang mampu menghasilkan warna alami. Tujuan : untuk mengetahui ekstrak etanol 70% kulit kayu manis dapat diformulasikan sebagai sediaan gel pewarna rambut dan mengetahui pengaruh variasi konsentrasi ekstrak etanol 70% kulit kayu manis terhadap uji mutu fisik, uji iritasi, dan uji kesukaan. Metode : membuat sediaan gel pewarna rambut dari ekstrak kulit kayu manis kemudian dilakukan evaluasi mutu fisik yang berupa uji pH, uji daya sebar, uji viskositas, uji stabilitas warna yang dihasilkan, uji stabilitas warna terhadap pencucian, uji stabilitas warna terhadap matahari, uji iritasi, dan uji kesukaan. Hasil : ekstrak etanol 70% kulit kayu manis dapat diformulasikan sebagai sediaan gel pewarna rambut dan variasi konsentrasi ekstrak berpengaruh terhadap evaluasi uji mutu fisik,tidak berpengaruh terhadap uji iritasi,dan berpengaruh terhadap uji kesukaan. Kesimpulan : ekstrak kulit kayu manis dapat diformulasikan sebagai sediaan gel pewarna rambut alami, ketiga formulasi memenuhi rentang persyaratan uji mutu fisik kecuali uji viskositas pada formulasi ketiga tidak termasuk dalam rentang dan formulasi yang disukai adalah formulasi kedua dengan konsentrasi ekstrak 35 %. Kata kunci : Gel Pewarna Rambut, Ekstrak Etanol 70%, Kulit Kayu Manis 
FORMULASI EKSTRAK KULIT KAYU MANIS (Cinnamomum burmanni Nees ex BI) SEBAGAI SEDIAAN GEL PEWARNA RAMBUT DENGAN BASIS CARBOPOL 940 TRI PRASONGKO, ERFAN; Wiyono , Thalia Ejelita Beactris
SAINS INDONESIANA Vol. 2 No. 6 (2024): Vol. 2, No. 6 Edisi Desember 2024
Publisher : Gamma Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit kayu manis (Cinnamomum burmanni) merupakan salah satu tumbuhan yang dapat dimanfaatkan dalam industri farmasi, kosmetik, makanan dan lain-lain. Kulit kayu manis juga diketahui mengandung senyawa tanin, flavonoid, saponin, kuinon, dan triterpenoid. Sehingga, ekstrak kulit kayu manis memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi sediaan gel pewarna rambut. Carbopol 940 merupakan gelling agent yang kerap digunakan dalam produksi kosmetik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui formulasi dan hasil uji mutu fisik sediaan gel pewarna rambut ekstrak kulit kayu manis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini gel diformulasikan dengan perbandingan konsentrasi ekstrak kulit kayu manis 20%(FI), 25%(FII), dan 30%(FIII). Uji mutu fisik terhadap gel meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, dan daya lekat. Hasil penelitian ini menunjukkan uji homogenitas dan uji daya sebar FI, FII, dan FIII tidak memenuhi syarat, serta uji mutu fisik lainnya memenuhi syarat standar yang menunjukkan bahwa ekstrak kulit kayu manis dapat diformulasikan dalam sediaan gel pewarna rambut. 
PENGARUH PERBEDAAN BASIS CMC-NA DAN PGA PADA PASTA GIGI EKSTRAK DAUN BIDURI (Calotropis gigantea L.) TERHADAP MUTU FISIK DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI Streptococcus mutans Tri Prasongko, Erfan; Eka Rahmawati, Azhariana; Resvaty, Ananda Intan Dwi
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 5 No 2 (2025): November 2025
Publisher : FACULTY OF PHARMACY, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Toothpaste is a semi-solid preparation used to clean teeth and maintain oral health. Innovations in utilizing natural ingredients, such as Biduri leaf extract (Calotropis gigantea L.), in toothpaste formulation are based on its content of active compounds like flavonoids, tannins, and saponins, which have potential antibacterial properties and thus are beneficial for maintaining dental cleanliness and health. Objective: This study aims to determine the effect of different bases, CMC-Na and PGA, in Biduri leaf extract (Calotropis gigantea L.) toothpaste on its physical quality and antibacterial activity against Streptococcus mutans. Methods:Toothpaste was formulated into two preparations: Formulation 1 (3% CMC-Na base) and Formulation 2 (20% PGA base). Physical quality evaluations included organoleptic testing, pH, homogeneity, and foam height, while stability testing was conducted using the cycling test method. The data were analyzed using Independent T-Test and Paired T-Test. Results: There were significant differences in the physical quality of Biduri leaf extract toothpaste between the CMC-Na and PGA bases in terms of pH and foam height (p<0.05), but no differences in organoleptic properties and homogeneity. In the stability test, both bases were unstable in terms of pH and foam height. Antibacterial activity testing against Streptococcus mutans showed no significant difference between the two bases (p>0.05). Conclusion: The difference between CMC-Na and PGA bases in Biduri leaf extract (Calotropis gigantea L.) toothpaste affects its physical quality and stability, but does not influence its antibacterial activity against Streptococcus mutans.