Keterlambatan petugas kesehatan dalam melakukan deteksi dini penurunan kondisi pasien merupakan indikasi kegagalan dalam mengetahui penurunan kondisi klinis pada pasien. Hal ini dapat menyebabkan meningkatnya angka mortalitas di rumah sakit. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan untuk mencegah keterlambatan deteksi dini adalah dengan penerapan early warning system (EWS) score. Tujuan penerapan EWS ini untuk menilai pasien dengan kondisi akut, mendeteksi sejak dini penurunan kondisi klinis pasien selama dalam perawatan di rumah sakit; dan dimulainya respon klinik yang tepat waktu secara kompeten. Studi literatur ini bertujuan untuk mengidentifikasi Keefektifan dari penilaian Early Warning System Scoring dalam menilai kondisi pasien dalam upaya pencegahan perburukan kondisi pasien . Studi ini menelaah artikel yang direview pada jenis penelitian kuantitatif maupun kualitatif. Database yang digunakan adalah EBSCO host,proquest,google scholar,sciencedirect dan Cochrane Central Register of Trials Controlled. Jumlah literatur yang ditelaah 121 dan 15 artikel dipilih sebagai acuan. Berdasarkan data yang diperoleh, EWS dimulai dari 4 parameter penilaian kondisi pasien sehinggan berkembang menjadi 7 parameter yang lebih dikenal dengan NEWS. NEWS mencakup 7 parameter yaitu:tingkat kesadaran; respirasi/pernapasan; saturasi oksigen; oksigen tambahan (non-rebreathing mask, rebreathing mask, nasal kanula); suhu; denyut nadi; dan tekanan darah sistolik. Penggunaan EWS harus lebih luas lagi pada banyak rumah sakit, terutama pada ruang gawat darurat, ruang operasi, ruangan bedah dan ruangan lainnya. EWS sudah terbukti memiliki dampak yang sangat baik untuk pasien, tenaga kesehatan dan rumah sakit. Penggunaannyapun efektif, efisien, murah, mudah dan dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan.