Wisnatul Izzati
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Penggunaan Gadget Dengan Kejadian Insomnia Pada Remaja di Sekolah Menegah Atas Swasta Kota Bukittinggi Tahun 2025 Kayla Rahadatul Aisy; Siska Damaiyanti; Wisnatul Izzati
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu perangkat yang saat ini menjadi kebutuhan hampir setiap orang yaitu gadget, dengan jumlah pengguna di dunia yang terus meningkat. Indonesia termasuk negara dengan jumlah pengguna gadget yang tinggi. Penggunaan gadget secara berlebihan dapat memberikan dampak negatif terhadap perilaku dan kesehatan remaja, terutama bila digunakan tanpa pengawasan. Ketergantungan pada gadget dapat menyebabkan remaja kurang peduli terhadap lingkungan sekitar, menurunnya aktivitas fisik, serta terganggunya pola tidur yang dapat memicu terjadinya insomnia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan gadget dengan kejadian insomnia pada remaja di Sekolah Menengah Atas Swasta Kota Bukittinggi tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 100 siswa yang diambil menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner penggunaan gadget dan KSPBJ-IRS (Kelompok Studi Psikiatri Biologi Jakarta–Insomnia Rating Scale). Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia kurang dari 18 tahun sebanyak 42 siswa (42,0%) dan berjenis kelamin laki-laki sebanyak 57 siswa (57,0%). Fitur yang paling sering digunakan adalah game sebanyak 58 siswa (58,0%). Lama penggunaan gadget kategori sedang (3–4 jam) sebanyak 46 siswa (46,0%). Kejadian insomnia terbanyak adalah kategori tidak insomnia sebanyak 41 siswa (41,0%). Penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan gadget dengan kejadian insomnia pada remaja di SMA Swasta Kota Bukittinggi tahun 2025. Disarankan agar remaja, orang tua, dan pihak sekolah membatasi serta mengawasi penggunaan gadget untuk mencegah terjadinya insomnia.
Hubungan Obesitas dengan Konsep Diri pada Remaja di SMA N 2 Kota Bukittinggi Tahun 2025 Salsabilla Putri Tisania; Wisnatul Izzati
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat tubuh mengalami kegemukaan atau obesitas dapat memberikan dampak negatif secara psikologis kepada seseorang dan juga gangguan penilaian terhadap konsep dirinya. Penilaian setiap orang terhadap konsep dirinya bisa positif ataupun negatif. Gangguan konsep diri dapat dialami oleh orang yang mengalami obesitas dari semua golongan termaksud golongan usia remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan obesitas dengan konsep diri pada remaja di SMA N 2 Kota Bukittinggi Tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 53 remaja di SMA N 2 Kota Bukittinggi Tahun 2025 yang diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui lembar observasi penelitian obesitas dan kuesioner yang mengukur konsep diri. Analisis data dilakukan menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Obesitas siswa sebagian besar adalah obesitas siswa lebih dari separuh adalah Obesitas I sebanyak (64.2%), sebagian kecil adalah Obesitas III sebanyak (17.0%) dan Obesitas II sebanyak (18.9%). Konsep diri siswa lebih dari setengahnya adalah harga diri rendah sebanyak (66.0%) dan kurang dari setengahnya adalah harga diri tinggi sebanyak (34.0%). Hasil analisis statistik didapatkan nilai p value 0,000 (p<0,5) artinya terdapat hubungan obesitas dengan konsep diri pada remaja di SMA N 2 Kota Bukittinggi Tahun 2025. Konfisien korelasi (r) = 0,53 artinya korelasi negative sedang antara kedua variable tersebut artinya semakin tinggi tingkat obesitas, akan cenderung semakin rendah harga diri seseorang, dan sebaliknya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan negative sedang dan signifikan antara obesitas dan konsep diri pada remaja, dimana semakin tinggi Tingkat obesitas maka semakin rendah harga diri yang dimiliki.