Ahmad Adnan
Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, STIDDI Al-Hikmah Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MEMAKNAI DAKWAH KEINDONESIAAN DAN NASIONALISME Ahmad Adnan
El-Hikmah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol. 32 No. 2 (2021): El-Hikmah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi
Publisher : STID DI AL-HIKMAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini hendak menjelaskan mengenai makna dakwah keindonesiaan dan makna nasionalime. Metode penelitian yang digunakan adalah hanya dengan studi pustaka (library research). Data penelitian seluruhnya digunakan berupa jurnal, hasil penelitian, buku, dan website yang relevan dengan tema penelitian. Kesimpulan penelitian adalah dakwah Islam juga dapat dibangun dalam bingkai yang lebih umum yaitu semangat nasionalisme keindonesiaan. Dalam bingkai nasionalisme keindonesiaan ini, Islam yang sering dinggap radikal akan mewujud menjadi rahmatan lil alamin. Dakwah Islam kemudian dapat dimaknai dengan cara mengajak dan menyeru kepada usaha membangun bangsa Indonesia menjadi bangsa yang berdaulat. Dengan ajakan membangun bangsa Indonesia ini, dakwah Islam kemudian bisa berkontribusi dalam usaha membangun kembali peradaban umat manusia.
DAKWAH USTADZAH ERIKA SURYANI DEWI DALAM MEWUJUDKAN KEADILAN GENDER: PERSPEKTIF FENOMENOLOGI Ahmad Adnan; Ivon Kurniasih
El-Hikmah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol. 15 No. 6, Juli (2021): El-Hikmah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi
Publisher : STID DI AL-HIKMAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dakwah perempuan dalam mewujudkan keadilan gender yang dilakukan oleh ustadzah Erika Suryani Dewi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitiatif (field research) dengan pendekatan fenemenologi dakwah. Fenomenologi dakwah merupakan metode dalam pendekatan ilmu sosial dan dakwah yang digunakan untuk memaknai peran dakwah yang dilakukan oleh da’i. Metode analisis data yang digunakan yaitu penafsiran dengan model interpretative Phenomenological Analisys (IPA). Informan dalam penelitian ini adalah Ustadzah Erika Suryani Dewi. Kesimpulan penelitian adalah Ustadzah Erika Suryani Dewi berpandangan perempuan boleh bekerja, berpolitik, dan berpendidikan tinggi. Namun, seluruh aktivitas tersebut tidak boleh melupakan dari tanggung jawabnya mengurus rumah tangga. Perempuan Muslimah yang beraktivitas di luar rumah juga menjadi bagian dari dakwah itu sendiri yang akan membantu kegiatan dakwah. Ustadzah Erika Suryani Dewi tidak setuju dengan pandangan gender dan feminisme Barat yang liberal. Sebab, gerakan gender dan feminisme ini tidak sesuai dengan syariat Islam.