This Author published in this journals
All Journal Jurnal Valtech
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGENDALIAN MUTU PRODUK MENGGUNAKAN METODE STATISTICAL QUALITY CONTROL (SQC) PADA PERUSAHAAN ANEKA TENUN PLASTIK PT. XYZ Muhammad Fauzi Nuruddin; Nelly Budiharti; Thomas Priyasmanu
Jurnal Valtech Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v3i1.2458

Abstract

Mutu atau kualitas adalah segala sesuatu yang mampu memenuhi keinginan atau kebutuhan pelanggan. PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dalam industri manufaktur. Pada perusahaan ini permasalahan yang sering terjadi adalah terdapat produk cacat yang menyebabkan proses produksi tidak efisien. Pada bulan oktober 2019 produksi bale cover tipe SWL 250Kg sebanyak 29411 unit dan produk cacat sebanyak 1314 unit dengan persentase kecacatan 4,47%, tetapi perusahaan menetapkan produk cacat tidak boleh lebih dari 3%. Hasil yang diperoleh berdasarkan diagram sebab akibat (fishbone diagram) menyatakan bahwa ada empat faktor yang menyebabkan produk cacat yaitu, manusia, mesin, material, dan metode. Faktor manusia menjadi penyebab paling dominan yang menyebabkan produk cacat. Diantaranya operator terburu-buru, operator salah settingan tebal tipis, tangan operator kotor, operator salah printing, operator salah jahit, dan salah setting ukuran. Berdasarkan p-chart masing-masing cacat tidak ada yang keluar dari batas kontrol atas akan tetapi perusahaan menginginkan kualitas produk yang lebih baik lagi. Sehingga perlu dilakukan perbaikan sesuai dengan urutan yang diperoleh dari diagram pareto. Urutan macam cacat pertama adalah cacat kotor dengan persentase cacat 36%, urutan kedua jahitan dengan persentase 24%, urutan ketiga lubang dengan persentase 17%, urutan keempat terlalu panjang dengan persetase 14%, urutan kelima printingan terbalik dengan persentase sebesar 6%, dan yang terakhir tidak ada laminating dengan persentase 3%.