ABSTRAK Lanjut usia (lansia) adalah seseorang yang usianya sudah memasuki 60 tahun ke atas, seseorang yang sudah ditahap ini biasanya mengalami penurunan kemampuan kerja tubuh akibat perubahan fungsi organ pada tubuh. Salah satu faktor penyakit kronis dan kemunduran fungsi motorik pada lansia yang mempengaruhi gangguan sistem muskuloskeletal yaitu Rheumatoid Arthritis. WHO menyampaikan bahwa angka kejadian rheumatoid arthritis pada tahun 2016 mencapai 20% dari penduduk dunia, 5-10% berusia 5-20 tahun dan 20% berusia 55 tahun. Rheumatoid Arthritis adalah suatu penyakit autoimun sistemik kronik yang dapat menyebabkan inflamasi jaringan ikat, terutama di sendi. Oleh karena itu, salah satu upaya non-farmakologi yang dapat dilakukan yaitu aktivitas fisik atau olahraga fisik Olahraga fisik tujuannya untuk mempertahankan pergerakan sendi dan berpengaruh dalam penurunan skala nyeri sendi. Salah satu olahraga fisik yang mudah dilakukan yaitu senam reumatik. Tujuan melakukan penerapan pemberian terapi senam reumatik untuk menurunkan nyeri sendi pada lansia dengan rheumatoid arthritis. Metodologi penelitian ini merupakan penelitian deskritif analitis dengan pendekatan studi kasus. Subyek penelitian adalah lansia dengan rheumatoid arthritis. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik. Data disajikan dalam bentuk teks naratif dan tabel distribusi frekuensi. Setelah dilakukan tindakan implementasi terapi senam reumatik selama 3x kunjungan didapatkan hasil bahwa dari kedua klien terdapat perubahan penurunan skala nyeri, klien 1 dari skala 4 turun menjadi skala 1 kemudian klien 2 dari skala 5 turun menjadi skala 2. Pasien dengan rheumatoid arthritis dianjurkan untuk melakukan terapi senam reumatik setiap hari selama kurang lebih 30 menit untuk menurunkan nyeri sendi. Kata Kunci : Lansia Rheumatoid arthritis, Nyeri sendi, Senam reumatik