ABSTRAK Latar Belakang : Perawat memegang peranan yang signifikan dalam memengaruhi kualitas pemberian asuhan keperawatan dalam layanan kesehatan yang optimal. Sebagai garda terdepan, perawat memiliki peran penting dalam mengelola tidak hanya pasien individu, tetapi juga proses keseluruhan yang berkelanjutan, sehingga memungkinkan mereka untuk menyelesaikan tugas-tugas dalam memberikan asuhan keperawatan dengan profesionalisme. Menurut World Health Organization (WHO) dari jumlah tenaga kerja yang tidak patuh dengan prosedur atau penggunaan alat pelindung diri yang kurang memadai sebesar 35% s.d 50% di dunia terpapar bahaya fisik, lingkungan sekitar pasien Sehingga perawat dalam menjalankan tugasnya perlu memakai alat pelindung diri (APD) untuk melindungi diri dari risiko terkena penyakit yang dapat ditularkan langsung oleh pasien rawat inap saat melakukan tindakan atau kontak dengan mereka. Salah satu dampak dari tidak menggunakan APD saat bekerja adalah kemungkinan tertular penyakit dari pasien dan terkena infeksi nosocomial. Metode : Populasi dalam riset ini berjumlah 32 responden, Teknik sampel yang dipergunakan ialah total sampling. Jenis riset ini yaitu study deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang tujuannya untuk mendiskripsikan kepatuhan penggunaan APD pada perawat di ruang rawat inap Cempaka 2 Dan Sakura RSUD Kayen Pati. Hasil : Penggunaan alat pelindung diri (APD) perawat diruang cempaka dan sakura dalam kategori patuh sebanyak 26 responden (81.2 %) sedangkan perawat yang tidak patuh memakai APD sebanyak 6 orang (18.8%). Kesimpulan : Penggunaan APD Perawat di ruang cempaka dan Sakura dalam kategori yang paling banyak yaitu patuh sebanyak 26 responden (81.2%).Kata Kunci : Perawat,Kepatuhan,APD.