Jamaludin Jamaludin
Akper Krida

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAWATAN LUKA DENGAN SOFRATULLE PADA PASIEN POST OPERASI VESIKOLITHOTOMY HARI KE VII DI RUANG DAHLIA RUMAH SAKIT UMUM RA. KARTINI JEPARA A. Supriyanto; Jamaludin Jamaludin
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v1i1.4

Abstract

Penelitian ini merupakan studi kasus yang bertujuan untuk mengetahui hasil perawatan luka post operasi vesikolithotomy hari ke VII selama 8 hari mencuci menggunakan NaCl 0,9% dan diberi sofratulle sebagai primare drassing. Didapatkan kondisi luka bersih, tidak ada tanda-tanda infeksi karena sofratulle berfungsi sebagai primare drassing, dan dapat melembabkan luka. Keberhasilan keperawatan luka ini didukung oleh status nutrisi dan vaskularisasi luka yang baik, nutrisi yang buruk akan menghambat proses penyembuhan bahkan menyebabkan infeksi luka. Pada Tn.M tidak mempunyai penyakit penyerta seperti diabetes militus (DM), sehingga tidak ada batasan dalam mengkonsumsi makanan atau kriteria diit,maka disarankan pada pasien Tn.M untuk mengkonsumsi diit TKTP (Tinggi kalori tinggi protein), sehingga luka bisa sembuh sesuai dengan waktu penyembuhan luka karena di dukung dengan nutrisi yang adekuat. Penyembuhan luka secara intensi primer dimana proses perbaikan jaringan luka hanya sedikit, berfokus pada penyatuan kedua tepi luka saling berdekatan dan berhadapan.
PEMBERIAN NEBULIZER DENGAN VENTOLIN DAN BISOLVON DALAM MENGATASI SESAK NAFAS PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIS (PPOK) DI RUANG MELATI II RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KUDUS Z Ulya; Jamaludin Jamaludin
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v2i1.6

Abstract

Berdasarkan pengelolaan yang dilakukan pada pasien Tn. M, penulis menyimpulkan bahwa ada beberapa penatalaksanaan untuk Untuk mengatasi sesak nafas dilakukan pemberian Terapy nebulizer cukup efektif diberikan pada pasien dengan PPOK tetapi terapy nebulizer tersebut hanya bekerja sementara dikarenakan cara kerjanyayakni mengencerkan dahak pada saluran pernafasan sehingga hal ini tidak mengakibatkan terjadinya obstruksi dan sumbatan pada jalan nafas. Pemberian terapy nebulizer diantaranya dengan ventolin dan bisolvon yang berfungsi untuk melonggarkan saluran nafas, dan mengencerkan dahak .Tetapi jika masih ada peradangan pada parincim paru yang ada pada pasien terapy nebulizer tidak efektif.