Haryo Prasodjo
Program Studi Hubungan Internasional, Universitas Muhammadiyah Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembuatan Aplikasi Smadita ASEAN School sebagai Media Pembelajaran ASEAN di SMA Diponegoro Tumpang Kabupaten Malang Najamuddin Khairur Rijal; Haryo Prasodjo; Rizki Amalia Tri Cahyani
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 1: February 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v4i1.592

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujua menyediakan media belajar tentang ASEAN yang kreatif dan inovatif bagi guru dan siswa di SMA Diponegoro Tumpang. Hal itu sejalan dengan visi sekolah yang tengah mengembangkan sekolah berwawasan ASEAN melalui program Smadita ASEAN School. Namun, masalah yang dihadapi adalah kurangnya informasi dan sumber belajar tentang ASEAN bagi guru dan siswa. Karena itu, kegiatan yang dilakukan adalah pembuatan aplikasi Smadita ASEAN School yang dapat diakses melalui ponsel android dengan berisi berbagai informasi tentang ASEAN disertai kuis. Melalui program pengabdian ini diperoleh temuan bahwa sekolah membutuhkan kontribusi perguruan tinggi sebagai mitra, pentingnya media pembelajaran yang kreatif dan inovatif serta perlunya diseminasi informasi tentang ASEAN, terutama terkait peluang dan tantangan Masyarakat ASEAN. Making the Smadita ASEAN School Application as an application ASEAN Learning Media at Diponegoro High School Tumpang Malang Regency  This community service program aims to provide creative and innovative learning media about ASEAN for teachers and students at Diponegoro Tumpang High School. This is in line with the school's vision of developing an ASEAN-oriented school through the Smadita ASEAN School program. However, the problem faced is the lack of information and learning resources about ASEAN for teachers and students. Therefore, the activity carried out is the creation of the Smadita ASEAN School application that can be accessed via Android phones containing various information about ASEAN along with quizzes. Through this service program, it was found that schools need the contribution of universities as partners, the importance of creative and innovative learning media, and the need to disseminate information about ASEAN, especially related to the opportunities and challenges of the ASEAN Community.
PENGUATAN KETAHANAN PANGAN BERBASIS KOMUNITAS SEBAGAI UPAYA LANJUTAN PENCEGAHAN STUNTING Haryo Prasodjo; Hafid Adim Pradana; Mohd. Agoes Aufiya; Najamuddin Khairur Rijal; Hutri Agustino
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39431

Abstract

Abstrak: Program pengabdian masyarakat ini merupakan lanjutan dari upaya pencegahan stunting di Kabupaten Malang, dengan fokus pada masalah keterbatasan akses pangan bergizi dan rendahnya pendapatan keluarga. Kegiatan ini bermitra dengan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) Kabupaten Malang dengan diikuti sebanyak 19 orang peserta yang merupakan ibu rumah tangga anggota UPPKS. Aktivitas yang dilakukan adalah sosialisasi edukasi gizi, pelatihan produksi produk berbasis pangan sehat untuk meningkatkan pendapatan keluarga, serta pendampingan pemasaran produk. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta, dari rata-rata 45% pada pre-test menjadi rata-rata 91% pada post-test, serta adanya keterampilan mitra dalam memanfaatkan bahan pangan lokal seperti daun kelor, dan mengembangkan praktik pengolahan pangan yang bernilai ekonomi.Abstract: This community service program is a continuation of stunting prevention efforts in Malang Regency, focusing on limited access to nutritious food and low family income. This activity is a partnership with the Malang Regency Family Welfare Income Improvement Program (UPPKS) and was attended by 19 participants who are housewives who are members of UPPKS. Activities carried out include nutrition education outreach, training in the production of healthy food-based products to increase family income, and product marketing assistance. The results showed an increase in participants' knowledge and understanding, from an average of 45% in the pre-test to an average of 91% in the post-test, as well as the partners' skills in utilizing local food ingredients such as Moringa leaves, and developing food processing practices that have economic value.