Ridha Nirmalasari Bustan
IAIN Palangka Raya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Kesadaran Peduli Lingkungan Melalui Pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Guna Mengurangi Sampah Di Desa Sakakajang Ridha Nirmalasari Bustan; Rico Ernando Prasetyo
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 4 No. 4: November 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v4i4.867

Abstract

Pengabdian pada Masyarakat ini didasarkan pada permasalahan tidak adanya Tempat Pembuangan Akhir yang tersedia di SD Negeri 1 Sakakajang, sehingga menyebabkan banyaknya tumpukan sampah di sekitar lingkungan sekolah. Pengabdian pada masyarakat ini berbasis riset yang dilakukan oleh tim pengabdian Institut Agama Islam Negeri Palangkaraya yang berlokasi di desa Sakakajang, Kecamatan Jabiren, Kabupaten Pulang Pisau. Metode pelaksanaan pengabdian ini menggunakan pendekatan PAR (Participatory Action Reseach) dimana pengguna metode ini melakukan riset terhadap suatu masalah kemudian melibatkan pihak-pihak yang terlibat guna memecahkan masalah tersebut. Ada dua tahap pendekatan yaitu tahap pertama ialah pembangunan Tempat Pembuangan  Akhir (TPA) guna mengatasi penumpukan sampah yang sering terjadi di SD Negeri 1 Sakakajang. Tahap yang kedua ialah pemberian sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan guna menciptakan lingkungan belajar yang bersih, kondusif, aman dan nyaman. Hasil dari pengabdian yang dilakukan oleh tim pengabdian adalah memberikan solusi atas permasalahan penumpukan sampah yang terjadi di SD Negeri 1 Sakakajang dengan mendirikan tempat pembuangan akhir. Selain itu, tim pengabdi juga membiasakan peserta didik SD Negeri 1 Sakakajang untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan dengan cara tidak membuang sampah sembarangan dan membuangnya pada tempat yang telah disediakan. An Increasing Awareness of Environmental Care by Construction of Final Disposal Sites (FDS) to Reduce Waste in Sakakajang Village This community service is based on the problem of the absence of a final disposal site available at SD Negeri 1 Sakakajang, causing a lot of piles of garbage around the school environment. This community service is based on research conducted by the service team of the Palangkaraya State Islamic Institute located in Sakakajang village, Jabiren District, Pulang Pisau Regency. The method of implementing this service uses a PAR (Participatory Action Research) approach where the user of this method conducts research on a problem and then involves the parties involved to solve the problem. There are two stages of approach, namely the first stage is the construction of a Final Disposal Site (TPA) to overcome the accumulation of waste that often occurs in SD Negeri 1 Sakakajang. The second stage is providing socialization about the importance of maintaining a clean environment in order to create a clean, conducive, safe and comfortable learning environment. The result of the service carried out by the service team is to provide a solution to the problem of garbage accumulation that occurs at SD Negeri 1 Sakakajang by establishing a final disposal site. In addition, the service team also familiarizes the students of SD Negeri 1 Sakakajang to keep the environment clean by not littering and throwing it in the place provided.      
Upaya Peningkatan Literasi Anak di Desa Mantaren dengan Memaksimalkan Fasilitas Taman Baca Ridha Nirmalasari Bustan; Muyassarah Muyassarah; Heni Hirghawati; Dea Gustia Putri; Ratna Ratna; Nabila Aliya Judti
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 4 (2023): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i4.1436

Abstract

Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan minat baca anak-anak sehingga mereka lebih fokus pada literasi daripada menghabiskan waktu di handphone atau media sosial. Pendekatan yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Participatory Action Research (PAR). Tim ini melaksanakan program taman baca dengan bekerja sama dengan Perpustakaan Desa Mantaren, menyediakan buku-buku dan ruang untuk kegiatan literasi. Hasilnya mencakup pemecahan masalah, mengajak anak-anak untuk membaca, khususnya di Sekolah Dasa, yang bertujuan untuk membiasakan anak-anak membaca dengan lebih baik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan fokus pada anak-anak usia 7 hingga 15 tahun di pedesaan sebagai sumber data. Perpustakaan desa yang menarik bisa menjadi motivasi bagi anak-anak untuk membaca buku dan meningkatkan pengetahuan mereka di luar pembelajaran dari guru. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi baca anak-anak di Desa Mantaren masih rendah, dan perpustakaan kurang dimanfaatkan. Ketersediaan buku bacaan menjadi faktor penting dalam meningkatkan minat baca, serta sarana perpustakaan yang lengkap dapat mendorong minat baca masyarakat, terutama anak-anak setempat. Kesimpulan dari pengabdian adalah bahwa upaya untuk meningkatkan literasi anak dilakukan melalui taman baca. Untuk mencapai hal ini, perlu adanya kemauan dari anak-anak, pengelola yang kompeten, dukungan orang tua, dan suasana serta sarana yang mendukung. Selain itu, upaya tersebut juga menjadi alternatif untuk mengalihkan perhatian anak-anak dari penggunaan teknologi yang berlebihan. Efforts to Increase Children's Literacy in Mantaren Village by Maximizing Reading Park Facilities The aim of this program is to increase children's interest in reading so that they focus more on literacy rather than spending time on cellphones or social media. The approach used in this service is Participatory Action Research (PAR). This team implements a reading garden program in collaboration with the Mantaren Village Library, providing books and space for literacy activities. The results include problem solving, encouraging children to read, especially at the Dasa School, which aims to get children used to reading better. This research uses qualitative methods with a focus on children aged 7 to 15 years in rural areas as a data source. An attractive village library can be a motivation for children to read books and increase their knowledge beyond learning from teachers. However, the research results show that children's reading literacy in Mantaren Village is still low, and the library is underutilized. The availability of reading books is an important factor in increasing interest in reading, and complete library facilities can encourage people's interest in reading, especially local children. The conclusion from the service is that efforts to increase children's literacy are carried out through reading parks. To achieve this, there needs to be the will of the children, competent management, parental support, and a supportive atmosphere and facilities. Apart from that, this effort is also an alternative to divert children's attention from excessive use of technology.