Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendidikan Anti-Bullying terhadap Siswa Sekolah Dasar Dalam Rangka Meningkatkan Solidaritas Amrizal Amrizal; Nurul Hazmi; Fadiah Amalda; Rosita Noer Amalia; Evanda Nabilla Zahro; Sinta Mawardiyanti; Siti Nurrahmawati; Siti Nurhalisa; Fahbi Hidayanto; Tegar Pramulya; Anis Hisabillah
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 7 No. 1 (2025): February
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v7i1.2573

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi perilaku anti-bullying kepada  siswa sekolah dasar. Mitra tempat kegiatan pengabdian masyarakat adalah Madrasah Ibtidaiyah Raudhotul Mubtadi'in di Desa Buaran Kecamatan Serpong, Tangerang selatan dengan melibatkan siswa 95 orang. Metode pengabdian masyarakat dengan ceramah, simulasi dan permainan. Hasil pengabdian masyarakat terbukti dapat meningkatkan pengetahuan siswa terhadap antibulliying, dimana sebelum kegiatan dilakukan rata-rata pengetahuan siswa 66.89 dan setelah kegiatan pengabdian dilakukan terdapat kenaikan pengetahuan siswa menjadi 81.47, artinya terdapat kenaikan sebesar 14.58. Setelah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat Siswa memperoleh  pemahaman terhadap bahaya bulliying dan dampak hukum bagi pelaku. Kami memberikan rekomendasi pendidikan anti bulliying dimasukkan dalam kurikulum di sekolah dasar. Anti-Bullying Education for Elementary School Students in Order to Increase Solidarity Anti-bullying education is an important approach in creating a safe learning atmosphere for students, especially at the elementary school level. Bullying not only has a negative impact, but also affects students' overall behavior in the classroom. This community service aims to educate elementary school students about anti-bullying behavior. Through community service methods, this activity involves students and teachers. The results of the service are proven to provide students with an understanding of the dangers of bullying and the legal impact on the perpetrators. We recommend that anti-bullying education be included in the curriculum in elementary schools.        
Pemberdayaan dhuafa melalui wirausaha galon: implementasi praktis nilai surah Al-Ma'un Musa Rizal Al Fath; Ridwan Baehaqi; Deby Amanda; Siti Nurhalisa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29396

Abstract

Program pemberdayaan ekonomi ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dhuafa melalui penyediaan modal usaha mikro berbasis kebutuhan lokal. Mitra sasaran adalah nenek Tusiarti, seorang lansia dhuafa berusia 72 tahun, yang diberikan modal usaha berupa galon air mineral. Program dilaksanakan di Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, oleh 4 mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan (identifikasi kebutuhan dan perencanaan usaha), pelaksanaan (penyerahan modal usaha dan diskusi pengelolaan), serta evaluasi (monitoring dan penilaian dampak). Hasil program menunjukkan peningkatan ekonomi mitra dengan omset rata-rata Rp50.000 per hari dari penjualan 1-2 galon air minum. Program ini memberikan dampak positif secara sosial dan ekonomi, dengan pelanggan yang merasa terbantu berkat fleksibilitas dan aksesibilitas usaha ini. Kesimpulannya, model ini berpotensi diterapkan pada individu dhuafa lainnya dengan penyesuaian kebutuhan lokal. Saran untuk pengembangan meliputi penguatan logistik dan pemasaran. Kata kunci: Pemberdayaan ekonomi; usaha mikro; kaum dhuafa; kesejahteraan sosial. AbstractThis economic empowerment program aims to improve the well-being of underprivileged communities (the dhuafa) by providing micro-business capital based on local needs. The target partner is Mrs. Tusiarti, a 72-year-old underprivileged elderly woman, who was provided with business capital in the form of mineral water gallons. The program was carried out in Cirendeu Village, Ciputat Timur District, South Tangerang City, by four students from the Information Systems Study Program at Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan. The implementation method consisted of three stages: preparation (needs identification and business planning), execution (capital provision and business management discussions), and evaluation (monitoring and impact assessment). The results show an economic improvement for the partner, with an average daily revenue of Rp50,000 from selling 1-2 gallons of drinking water. This program has had a positive social and economic impact, as customers find the business flexible and easily accessible. In conclusion, this model has the potential to be applied to other underprivileged individuals with adjustments based on local needs. Recommendations for further development include strengthening logistics and marketing strategies. Keywords: economic empowerment; micro business; the dhuafa; social welfare.