Ahmad Suriansyah
Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Gaya Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru melalui Kecerdasan Emosional dan Displin Kerja Guru Mustotiah Mustotiah; Ahmad Suriansyah; Karyono Ibnu Ahmad
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Januari - April 2025 (In Processing)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.8.1.2025.5357

Abstract

Penelitian ini memiliki urgensi yang tinggi mengingat pendidikan merupakan bagian penting dalam pembangunan nasional yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu negara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Gaya Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru Melalui Kecerdasan Emosional Dan Displin Kerja Guru Di Madrasah Tsanawiyah Negeri Di Kecamatan Banjarmasin Selatan. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik korelasional. Jumlah sampel digunakan sebanyak adalah 90 orang. Analisis data yang digunakan menggunakan path analysis. Berdasarkan hasil yang diperoleh menyatakan bahwa (1) Terdapat hubungan langsung antara gaya kepemimpinan transformasional kepala sekolah dengan kecerdasan emosioanl guru di MTs Negeri di Kecamatan Banjarmasin Selatan. Dimana nilai signifikansi menunjukkan (sig.) 0,000 > 0,05 (2) Terdapat hubungan langsung antara gaya kepemimpinan transformasional kepala sekolah dengan displin kerja guru di MTs Negeri di Kecamatan Banjarmasin Selatan. Dimana nilai signifikansi menunjukkan (sig.) 0,000 > 0,05. (3) Terdapat hubungan langsung antara gaya kepemimpinan transformasional kepala sekolah dengan kinerja guru MTs Negeri di Kecamatan Banjarmasin Selatan. Nilai signifikansi menunjukkan (sig.) 0,000 > 0,05. (4) Terdapat hubungan langsung antara kecerdasan emosional dengan kinerja guru MTs Negeri di Kecamatan Banjarmasin Selatan. Dimana nilai signifikansi menunjukkan (sig.) 0,000 > 0,05. (5) Terdapat hubungan langsung antara disiplin kerja dengan kinerja guru di MTs Negeri di Kecamatan Banjarmasin Selatan. Dimana nilai signifikansi menunjukkan (sig.) 0,000 > 0,05. (6) Terdapat hubungan tidak langsung antara gaya kepemimpinan transformasional kepala sekolah dengan kinerja guru melalui kecerdasan emosional guru di MTs Negeri di Kecamatan Banjarmasin Selatan. Dengan nilai mediasi sebesar 6,532. (7) Terdapat hubungan tidak langsung antara gaya kepemimpinan transformasional kepala sekolah dengan kinerja guru melalui disiplin kerja guru di MTs Negeri di Kecamatan Banjarmasin Selatan. Dengan nilai mediasi sebesar 5,27.
Policy Analysis of the Merger of BAN PAUD PNF and BAN-S/M into BAN-PDM: Assessor's Perspective Septy Rovana; Ahmad Suriansyah; Sulistiyana Sulistiyana
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 20, No. 4 : Al Qalam (In Progress July 2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v20i4.6859

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the merger policy in the early transition phase by positioning assessors as key actors in the national education accreditation system. The study used a qualitative approach with a public policy study design through in-depth interviews and document analysis. The results indicate that, normatively, the BAN-PDM merger policy has the potential to improve bureaucratic efficiency, consistency of accreditation standards, and integration of quality assurance across levels. However, in the early stages of implementation, various challenges were still encountered, particularly related to assessor readiness and capacity, adaptation of cross-level accreditation instruments, clarity of governance, and resistance and anxiety from educational units acting as assessors. This study also identified urgent needs in the form of strengthening assessor training, developing guidelines and SOPs for instrument harmonization, establishing competency-based assessor teams, and ongoing monitoring and evaluation.