Abstrak. Kenakalan remaja yang terjadi pada masa sekolah merupakan bentuk dari pencarian jati diri. Adapun yang sering dilakukan oleh remaja di antaranya ialah bolos dari sekolah, tawuran antar pelajar, mencuri, berjudi, mabuk-mabukan, memalak teman, balap liar dan lain sebagainya. Oleh karena itu, peranan guru BK dalam membantu menangani permasalahan ini sangat diharapkan. Metode penelitian yang digunakan kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang berguna untuk mendeskripsikan bagaimana peranan guru BK. Subjek penelitian ini adalah siswa dan guru BK. Teknik pengumpulan data dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh sebagian besar penyebab kenakalan siswa di MAS YASPI Labuhan Deli ialah kurangnya dasar agama, kurangnya perhatian dan kasih sayang orang tua, pengaruh pergaulan dan lingkungan sekitar serta dampak negatif dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta eksistensi yang bergejolak. Kesimpulan dalam penelitian ini ialah dengan adanya bimbingan konseling di sekolah memudahkan untuk peserta didik agar mandiri, dapat berkembang secara optimal dan mampu membawa diri di arah yang lebih baik. Bimbingan dan konseling tidak hanya menangani siswa yang bermasalah saja. Tetapi bimbingan dan konseling juga memiliki fungsi pengembangan. Kata Kunci. Guru; Bimbingan Konseling; Kenakalan; Siswa Abstract. Juvenile delinquency that occurs during school is a form of identity search. The things that are often done by teenagers include skipping school, brawls between students, stealing, gambling, drinking, yelling at friends, wild racing and so on. Therefore, the role of the guidance and counseling teacher in helping to deal with this problem is highly expected. The research method used is qualitative with a descriptive approach which is useful for describing how the role of the counseling guidance teacher is. The subjects of this study were counseling guidance students and teachers. Data collection techniques with interviews, observation and documentation. The results of the research obtained are that most of the causes of student delinquency at YASPI Labuhan Deli Private Madrasah Aliyah are a lack of religious basis, lack of parental attention and affection, social and environmental influences and the negative impact of scientific and technological developments, as well as a turbulent existence. The conclusion in this study is that the existence of counseling in schools makes it easier for students to be independent, to develop optimally and to be able to bring themselves in a better direction. Guidance and counseling does not only deal with problematic students. But guidance and counseling also has a development function. Keywords. Teacher; Counseling guidance; Delinquency; Student