Farichatul Fauziyah
UIN Sunan Ampel Surabaya

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MENGURAI HIKMAH: KEHALALAN DAN KEHARAMAN DALAM HADIS TERKAIT OLAHAN HEWAN LARON Mukhammad Alfani; Farichatul Fauziyah
Musnad : Jurnal Ilmu Hadis Vol 2 No 1 (2024): Juli
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56594/musnad.v2i1.235

Abstract

Artikel penelitian ini membahas tentang pandangan Islam terhadap konsumsi laron hewan, serta memahami perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai kehalalan atau keharaman hewan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode penelitian kepustakaan (penelitian perpustakaan), maka keseluruhan datanya penulis peroleh dan kumpulkan dengan menelaah literatur yang tersedia di Pustaka. Penelitian Pustaka diartikan sebagai penelitian yang berfokus pada objek penelitian berupa buku-buku, dokumen, catatan, dan beragam dokumen tulisan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Islam, konsep makanan halal dan haram yang diatur oleh prinsip-prinsip syariah, dengan beberapa dalil yang menekankan pentingnya memilih makanan yang halal. Pandangan Islam terhadap hewan juga menekankan perlakuan yang adil terhadapnya dengan cara pemeliharaan, penyembelihan yang sesuai, dan larangan kekejaman terhadap hewan. Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai status halal atau haram laron, dengan beberapa ulama menyatakan bahwa laron dapat direkomendasikan sebagai halal untuk dikonsumsi, sedangkan ulama yang lain dianggap haram karena dianggap menjijikkan. Makanan yang diharamkan Allah tentu memiliki dampak buruk bagi kesehatan, sehingga disarankan untuk mengonsumsi makanan yang baik dan halal sesuai dengan tutunan Islam. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang pandangan Islam terhadap konsumsi hewan laron, serta menyoroti pentingnya memperhatikan kesehatan dan tutunan agama dalam memilih makanan.
Digital Authority and the Reification of Polygamy: A Framing Analysis of Salafi Discourse on Indonesian Social Media Farichatul Fauziyah; Cecep Soleh Kurniawan
Journal of Digital Islamic Thought Vol. 1 No. 1 (2026): June
Publisher : Zamzami Scholar Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64685/JDIT.2026.1.1.1-23

Abstract

The digitalization of Islamic proselytization (da’wah) has fundamentally reconfigured religious authority, particularly regarding contemporary discourses on polygamy on social media. This study utilizes Robert Entman’s framing framework to interrogate the conceptualization of polygamy within the digital homiletics of the Instagram account @khalidbasalamahofficial. Findings suggest that the selective appropriation of hadith reifies polygamy as an immutable divine law, effectively marginalizing ethical imperatives such as gender justice, reciprocity, and female well-being. Under this digital framework, polygamy is synthesized as a manifestation of male piety rather than a relational practice grounded in equality and moral accountability. In response, this study leverages the qirā’ah mubādalah (reciprocal reading) approach to propose an alternative hermeneutic that prioritizes justice, mutualism, and public interest (mas}lah}ah) as the teleological cores of Islamic jurisprudence. By synthesizing framing analysis with mubādalah-based interpretation, this research elucidates the ideological underpinnings of digital discourse and emphasizes the urgency of advancing gender-just human-centered interpretations of Islam in the digital sphere. 
Paradigma Michael Allan Cook Terhadap Keotentikan Hadis Farichatul Fauziyah; Mukhammad Alfani
FIQHUL HADITS : Jurnal Kajian Hadits dan Hukum Islam Vol 2 No 2 (2024): FIQHUL HADITS: Jurnal Kajian Hadits dan Hukum Islam
Publisher : Ma'had Aly PP. Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66090/fiqhulhadits.v2i2.22

Abstract

Artikel ini mengkaji kerangka Michael Allan Cook tentang keaslian hadits dalam ranah ilmu Islam melalui pemanfaatan konsep “Penyebaran Isnad” dan “Kriteria Eksternal” untuk menilai keaslian hadits, secara khusus berfokus pada hadits yang terkait dengan dua belas imam Syiah. Investigasi dilakukan dengan menggunakan teknik dokumentasi dengan penekanan pada meneliti dokumen. Cook mengamati bahwa pencatatan hadits tidak dilarang oleh para ulama terkenal seperti Abu Hurairah dan Ibn Abbas; namun, ada penentangan terhadap dokumentasi hadits di daerah-daerah tertentu seperti Kufah, Basrah, dan Suriah. Temuan Cook memiliki implikasi signifikan untuk memahami hadits sebagai sumber utama pada sejarah awal Islam, kehidupan Nabi Muhammad, lingkungan intelektual dan sosial yang berlaku, globalisasi, multikulturalisme, dan pendidikan. Cook menggarisbawahi pentingnya mengevaluasi secara kritis asal-usul hadits, terutama mengingat perlawanan terhadap pendokumentasian hadits dalam sejarah Islam. Kontribusi Cook untuk studi Hadis, khususnya dalam memajukan metodologi kritis untuk menganalisis Hadis, terus memberikan dampak substansial pada bidang studi Islam
PENERAPAN NILAI-NILAI HADIS SHAHIH BUKHARI NO. 6159 DALAM MENANGGAPI JUDI ONLINE BAGI GENERASI MUDA Mukhammad Alfani; Farichatul Fauziyah; Ahmad Zamzami Mudhofar Abu Zayyid
DIRAYAH : Jurnal Ilmu Hadis Vol. 5 No. 01 (2024): DIRAYAH : Jurnal Ilmu Hadis
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Ar-Rahman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62359/dirayah.v5i1.440

Abstract

This article discusses the application of values from Sahih Bukhari Hadith No. 6159 in responding to online gambling among the younger generation. Online gambling is a serious challenge that can damage the morals, mental health and financial stability of youth. This study aims to identify how hadith values can be applied as a moral guide in dealing with online gambling, as well as the role of family and community in educating young people about the dangers of gambling. The method used was a qualitative approach, which allowed for an in-depth understanding of the impact of gambling and its prevention strategies. The results showed that online gambling has a negative impact on adolescents, including decreased academic performance, damage to social relationships, and financial problems. The accessibility of technology and peer influence are the main driving factors. The study concluded that effective prevention measures include education about the dangers of gambling, religious guidance, family support, and a crackdown on gambling promotion. Islamic values-based approaches, including moral education and community strengthening, are expected to help adolescents avoid harmful online gambling practices. This conclusion emphasizes the importance of comprehensive efforts to protect young people from the negative impacts of online gambling.