Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Tantangan Anak Tuna Netra dalam Pembelajaran Intan Rahmayani; Sri Nurhayati Selian
Jurnal Ilmiah Literasi Indonesia Vol. 1 No. 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/p5zbct63

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman seorang guru dalam menghadapi tantangan pembelajaran bagi anak tuna netra di Sekolah Luar Biasa (SLB) Bukesra Banda Aceh. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang guru kelas berinisial Ibu N, yang secara langsung mengajar siswa tuna netra di SLB tersebut. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa guru menghadapi berbagai hambatan dalam proses pembelajaran, antara lain keterbatasan media belajar seperti Braille dan audio, minimnya ketersediaan teknologi bantu seperti screen reader, serta kurangnya pelatihan dalam pendidikan inklusif. Guru juga mengungkapkan kesulitan dalam menyampaikan konsep-konsep visual dan tantangan dalam membangun interaksi sosial yang inklusif di lingkungan sekolah. Meskipun demikian, guru menggunakan strategi pembelajaran multisensori dan mendapatkan dukungan dari keluarga siswa serta adanya peran guru pendamping yang membantu dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini merekomendasikan perlunya dukungan berkelanjutan dari pemerintah, sekolah, dan masyarakat guna menciptakan sistem pembelajaran yang lebih inklusif dan aksesibel bagi anak-anak tuna netra.
Dukungan Orang Tua Dan Prestasi Belajar Anak Down syndrome di Sekolah Luar Biasa (SLB) Intan Intan; Sri Nurhayati Selian
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4427

Abstract

Pendidikan merupakan hak dasar setiap individu, termasuk bagi anak dengan Down Syndrome yang membutuhkan pendekatan pembelajaran khusus sesuai kemampuan mereka. Dalam proses belajar, mereka menghadapi hambatan kognitif, sosial, dan emosional sehingga memerlukan dukungan orang tua yang kuat. Dukungan tersebut berpengaruh besar terhadap kepercayaan diri dan prestasi belajar anak. Namun, masih ditemukan perbedaan tingkat keterlibatan orang tua, sebagian aktif mendampingi sementara lainnya masih kesulitan menerima kondisi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan orang tua dan prestasi belajar anak dengan Down Syndrome di Sekolah Luar Biasa (SLB). Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini merumuskan dua masalah utama: (1) bagaimana bentuk dukungan orang tua terhadap anak dengan Down Syndrome, dan (2) bagaimana tingkat prestasi belajar anak dengan Down Syndrome. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskribsikan bentuk-bentuk dukungan orang tua terhadap anak dengan Down Syndrome di sekolah luar biasa (SLB) dan mengetahui tingkat prestasi belajar anak dengan Down Syndrome di sekolah luar biasa (SLB) . Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bertujuan untuk memahami secara mendalam suatu fenomena sosial melalui pengumpulan data lapangan sebagai sumber utama, seperti hasil wawancara dan observasi. Penelitian ini menggunakan 3 subjek anak Down Syndrome. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memberikan dukungan emosional, instrumental, informasional, dan penghargaan melalui perhatian, pendampingan belajar, serta komunikasi dengan guru. Dukungan tersebut berpengaruh positif terhadap motivasi dan prestasi anak dengan Down Syndrome di SLB Negeri, yang menunjukkan peningkatan kemampuan belajar berkat peran keluarga dan lingkungan sekolah yang inklusif. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan peran orang tua, kerja sama dengan guru, serta penerapan pembelajaran adaptif untuk mendukung perkembangan anak dengan Down Syndrome
Strategi Guru Dalam Mendukung Regulasi Emosi Anak Dengan Autism Spectrum Disorder Muhammad Thoriq Huwaidi; Sri Nurhayati Selian
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi Vol. 2 No. 1 (2026): Edisi Maret 2026
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/intelektual.v2i1.663

Abstract

Regulasi emosi merupakan kemampuan penting yang mendukung perkembangan sosial dan keberhasilan pembelajaran anak; namun, anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) sering mengalami kesulitan dalam mengenali, mengelola, dan mengekspresikan emosi secara adaptif, sehingga berdampak pada partisipasi mereka di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, guru memiliki peran strategis dalam memberikan dukungan yang tepat terhadap regulasi emosi anak dengan ASD di sekolah inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi guru dalam mendukung regulasi emosi anak dengan ASD di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai pengalaman dan praktik guru. Subjek penelitian terdiri atas tiga orang guru yang secara langsung mendampingi anak dengan ASD dalam kegiatan pembelajaran. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan enam tema utama, yaitu pemahaman guru terhadap karakteristik emosi anak, penciptaan lingkungan belajar yang terstruktur dan aman secara emosional, penggunaan strategi pembelajaran, pendekatan empatik, tantangan yang dihadapi guru, serta kolaborasi dengan orang tua dan tenaga profesional. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa dukungan regulasi emosi anak dengan ASD memerlukan pendekatan yang terstruktur, empatik, dan kolaboratif, serta menekankan peran penting guru dalam pendidikan inklusif`.
Makna Stres Akademik terhadap Kesehatan Mental Mahasiswa: Sebuah Studi Kualitatif Muhammad Fajar Riyadi; Sri Nurhayati Selian
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6462

Abstract

Mahasiswa rentan mengalami stres akademik akibat tuntutan tugas, tekanan sosial, dan keterbatasan waktu. Kondisi ini tidak hanya mengganggu performa belajar, tetapi juga berdampak pada kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan memahami secara mendalam hubungan antara stres akademik dan kesehatan mental mahasiswa dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis. Tiga mahasiswa aktif Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Aceh dipilih sebagai informan melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres akademik muncul dari beban tugas berlebih, ekspektasi keluarga dan dosen, serta keterampilan manajemen waktu yang terbatas. Dampaknya meliputi kelelahan emosional, kecemasan, sulit tidur, mudah tersinggung, penurunan motivasi, dan kecenderungan menarik diri. Namun, strategi koping adaptif seperti manajemen waktu, relaksasi, journaling, aktivitas spiritual, serta dukungan sosial terbukti membantu mereduksi tekanan tersebut. Penelitian ini menegaskan adanya hubungan negatif antara stres akademik dan kesehatan mental mahasiswa, sekaligus menunjukkan pentingnya dukungan institusi dalam menyediakan layanan konseling dan pelatihan pengelolaan stres.
Menjelajahi Makna Citra Tubuh dalam Membentuk Kepercayaan Diri di Kalangan Mahasiswi Asmaul Husna; Sri Nurhayati Selian
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6656

Abstract

Platform sosial media membentuk persepsi masyarakat tentang apa yang dianggap “cantik” dan “ideal”. Tubuh langsing, kulit cerah, wajah simetris, serta gaya hidup tertentu sering kali dijadikan patokan nilai estetika yang harus dicapai. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna citra tubuh (body image) dan bagaimana persepsi tersebut memengaruhi kepercayaan diri mahasiswi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis deskriptif, penelitian ini melibatkan tiga mahasiswi aktif sebagai partisipan yang memiliki latar belakang sosial dan pengalaman pribadi berbeda. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi nonpartisipatif, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan erat antara body image dan kepercayaan diri. Mahasiswi yang memiliki body image positif menunjukkan penerimaan diri yang tinggi, pandangan realistis terhadap tubuh, serta rasa percaya diri yang stabil dalam berinteraksi sosial. Sebaliknya, body image negatif berkaitan dengan munculnya rasa minder, ketidakpuasan terhadap tubuh, dan penurunan kepercayaan diri, terutama ketika terpapar komentar sosial dan media. Faktor lingkungan sosial, seperti keluarga, teman sebaya, serta media sosial, terbukti berperan signifikan dalam membentuk persepsi tubuh. Penelitian ini menegaskan pentingnya penerimaan diri (self-acceptance), literasi media, dan dukungan sosial sebagai faktor pelindung dalam membangun kepercayaan diri yang sehat di kalangan mahasiswi.
Dampak Fatherless Pada Emosi Anak Remaja Nadiatul Hikmah; Sri Nurhayati Selian
Wacana Psikokultural Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/jwp.v3i1.18484

Abstract

Fenomena fatherless atau ketidakhadiran figur ayah semakin banyak dijumpai di masyarakat modern, terutama akibat perceraian, kematian, atau ketidak terlibatan emosional ayah dalam keluarga. Kondisi ini berpotensi memengaruhi perkembangan emosi dan kepribadian remaja. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam pengalaman emosional remaja yang hidup tanpa kehadiran ayah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap tiga remaja berusia 15–16 tahun di Banda Aceh. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja yang mengalami kondisi fatherless bukan hanya berdampak pada aspek sosial dan akademik tetapi juga berdampak pada emosional yang beragam, mulai dari penarikan diri, kemarahan, hingga ekspresi kreatif, selain itu remaja farherless juga bergantung pada protektif lingkungan dan strategi coping individu. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan emosional keluarga dan layanan konseling bagi remaja fatherless agar mampu membangun keseimbangan emosi, konsep diri positif, serta resiliensi dalam menghadapi tantangan perkembangan psikologisnya  
Pengalaman Emosional dan Pola Kepribadian Mahasiswa Dengan Social Anxiety Disorder Dalam Situasi Sosial Naya Sofia Dinanti; Sri Nurhayati Selian
Jurnal Kajian Pendidikan dan Cakrawala Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2026): Edisi Mei 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/jakap.v2i2.687

Abstract

This study aims to deeply understand the emotional experiences and personality patterns of students with Social Anxiety Disorder dealing with various social situations. Students, as individuals in the early adult stage, are required to actively interact in academic environments. However, for those experiencing social anxiety, these demands can be a source of pressure that affects their emotional state and behavior. This study used a qualitative approach with a phenomenological method to explore the subjective experiences of the participants. The research subjects consisted of three students selected through purposive sampling technique with the criteria of having a tendency towards social anxiety. Data were collected through in-depth semi-structured interviews, then analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing, and its validity was tested using triangulation. The results showed that students experienced anxiety, fear of negative judgment, low self-confidence, and a tendency to avoid social situations. Physical symptoms such as heart palpitations, sweating, and difficulty speaking also appeared. In addition, a personality pattern was found that tended to be introverted and sensitive to the judgments of others. This condition impacted academic activities and social relationships. This research is expected to provide a basis for developing effective interventions and mentoring.