Muhammad Ilyas
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Sistem Manajemen Persediaan di Kilang Padi ARN dalam Konteks Rebranding Anwar Hidayat; Wahyudi; Halidina Haris; Eva Nofriani; Desi Fitriani; Muhammad Ilyas
Ambacang: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2025): Edisi Maret
Publisher : PT. Willy Print Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen persediaan adalah elemen penting dalam rantai pasokan suatu usaha ataupun dalam suatu perusahaan, terutama bagi Kilang Padi ARN. Efisiensi dalam manajemen persediaan menjadi krusial untuk menghindari biaya penyimpanan yang tinggi dan kekurangan persediaan yang dapat menghambat operasional. Fokus utama pengabdian ini adalah pada aspek risiko dan pengendalian yang ada dalam sistem persediaan, serta dampaknya terhadap kinerja operasional dan citra merek Kilang Padi ARN dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini menganalisis kebijakan, prosedur, serta tantangan yang dihadapi oleh perusahaan dalam mengelola persediaan bahan baku dan produk akhir. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa meskipun sistem yang ada telah cukup efektif, terdapat beberapa celah dalam pengendalian risiko yang dapat mengganggu keberlanjutan operasional, khususnya dalam periode rebranding. Pengabdian ini menyarankan perbaikan pada mekanisme pengawasan dan penerapan teknologi yang lebih baik untuk meminimalkan risiko serta meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan persediaan di masa depan.
Pengaruh Literasi Keuangan Syariah Terhadap Penggunaan Qris Pada Pedagang Muslim Muhammad Ilyas
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4211

Abstract

This study aims to analyze the influence of Islamic financial literacy on the use of the Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) among Muslim merchants. The research employs a qualitative descriptive approach, conducted at Sangkumpal Bonang Market, Padangsidimpuan City. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The findings indicate that Islamic financial literacy plays a central role in enhancing merchants’ acceptance of QRIS. Merchants who understand the basic principles of Islamic financial transactions—such as the prohibition of riba, the obligation of trustworthiness in wealth management, and fairness—are more likely to adopt digital payment innovations. Conversely, low levels of literacy hinder the adoption of cashless payment technologies. From the perspective of the Qur’an, the use of QRIS can be linked to the command of recording transactions (QS. Al-Baqarah [2]: 282), the prohibition of usury (QS. Al-Baqarah [2]: 275), and the injunction against consuming wealth unjustly (QS. An-Nisa [4]: 29). These principles reinforce the relevance of QRIS to the objectives of Islamic law (maqashid al-shariah), particularly hifz al-mal (protection of wealth), while also supporting security (hifz al-nafs), rational financial management (hifz al-‘aql), and family welfare sustainability (hifz al-nasl). The study concludes that Islamic financial literacy functions not only as a technical skill but also as a spiritual foundation guiding merchants to utilize financial technology in a lawful, safe, and productive manner.