Heri Haryadi
Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Inovasi Pembelajaran STEAM di Sekolah Dasar: Membangun Kreativitas dan Keterampilan Abad 21 Larissa Malinda; Shabina Rahmah; Beni Ariyanto; Heri Haryadi
Pengenalan Lapangan Persekolahan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 1 No. 2 (2024): Pengenalan Lapangan Persekolahan Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/plppgsd.v1i2.1624

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas implementasi STEAM dalam meningkatkan kreativitas dan keterampilan abad ke-21 siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur (literature review) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari berbagai studi empiris dan teoretis yang relevan dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa STEAM mampu meningkatkan kreativitas, berpikir kritis, serta keterampilan kolaborasi siswa. Integrasi seni dalam STEM memberikan nilai tambah dalam pembelajaran, menjadikannya lebih kontekstual dan bermakna. Namun, tantangan utama dalam penerapan STEAM adalah kesiapan guru, keterbatasan fasilitas, serta kendala dalam manajemen waktu pembelajaran berbasis proyek. Temuan ini menegaskan bahwa STEAM berkontribusi signifikan dalam pengembangan kompetensi abad ke-21, sejalan dengan konsep Merdeka Belajar. This study aims to examine the effectiveness of STEAM implementation in improving creativity and 21st-century skills of elementary school students. This study uses a literature review method with a descriptive qualitative approach. Data were obtained from various relevant empirical and theoretical studies in the last ten years. The results of the study indicate that STEAM is able to improve creativity, critical thinking, and students' collaboration skills. The integration of art in STEM provides added value to learning, making it more contextual and meaningful. However, the main challenges in implementing STEAM are teacher readiness, limited facilities, and constraints in project-based learning time management. These findings confirm that STEAM contributes significantly to the development of 21st-century competencies, in line with the concept of Merdeka Belajar.