Keterbatasan media pembelajaran konkret dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar menjadi isu krusial yang berdampak pada rendahnya kemampuan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan media pembelajaran diorama sebagai alat bantu visual pada materi siklus air. Menggunakan model ADDIE, media dikembangkan melalui tahap analisis kebutuhan, desain, validasi ahli, implementasi di Sekolah Dasar dan evaluasi efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan media diorama memiliki tingkat validitas sangat baik, mendapat respon positif dari pendidik dan peserta didik, serta mampu meningkatkan skor keterampilan berpikir kritis. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada integrasi visual-spasial media diorama dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah dalam konteks IPAS. Implikasinya, media ini dapat menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tematik dan kemampuan berpikir kritis peserta didik sekolah dasar. The limitations of concrete learning media in science learning in elementary schools are a crucial issue that has an impact on the low critical thinking skills of students. This study aims to develop and test the feasibility of diorama learning media as a visual aid in water cycle material. Using the ADDIE model, the media was developed through the stages of needs analysis, design, expert validation, implementation in elementary schools and evaluation of effectiveness. The results of the study showed that diorama media had a very good level of validity, received positive responses from educators and students, and was able to increase critical thinking skill scores. The novelty of this study lies in the visual-spatial integration of diorama media with a problem-based learning approach in the context of science. The implication is that this media can be an innovative solution to improve the quality of thematic learning and critical thinking skills of elementary school students.