Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rekonstruksi Pela Gandong dalam Teologi Sosial dan Pendidikan Agama Kristen Berbasis Kearifan Lokal untuk Perdamaian Amirrudin Zalukhu
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/skenoo.v5i2.162

Abstract

Pela Gandong merupakan kearifan lokal masyarakat Maluku yang berperan sebagai mekanisme sosial dalam membangun persaudaraan dan rekonsiliasi antar komunitas. Penelitian ini merekonstruksi Pela Gandong sebagai paradigma teologi sosial dalam manajemen konflik serta mengintegrasikannya dalam model Pendidikan Agama Kristen   berbasis kearifan lokal. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode studi literatur, observasi, dan analisis fenomenologi untuk memahami bagaimana nilai-nilai Pela Gandong dapat diterapkan dalam Pendidikan Agama Kristen guna memperkuat perdamaian berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pela Gandong selaras dengan nilai-nilai teologi sosial Kristen, terutama dalam membangun harmoni sosial, pengampunan, dan solidaritas. Dengan merancang kurikulum yang mengakomodasi prinsip Pela Gandong, Pendidikan Agama Kristen dapat menjadi lebih kontekstual dan relevan dalam masyarakat multikultural. Model ini berimplikasi pada penguatan karakter inklusif peserta didik serta menawarkan prinsip-prinsip dalam pengembangan studi teologi sosial dan pendidikan agama. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan pengintegrasian Pela Gandong dalam sistem Pendidikan Agama Kristen untuk membangun masyarakat yang lebih damai dan harmonis.
MENJEMBATANI KETIMPANGAN PENDIDIKAN MELALUI DESAIN EKOSISTEM PEMBELAJARAN INKLUSIF TERHADAP SEKOLAH UNGGULAN, REGULER, DAN RAKYAT MENUJU INDONESIA EMAS 2045 Amirrudin Zalukhu
JIPAGS (Journal of Indonesian Public Administration and Governance Studies) Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : http://jurnal.untirta.ac.id/index.php/JIPAGS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jipags.v10i1.35264

Abstract

Ketimpangan pendidikan di Indonesia menjadi tantangan utama dalam mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan merata. Di tengah upaya menuju Indonesia Emas 2045, berbagai jenis sekolah—sekolah unggulan, reguler, dan rakyat—menunjukkan perbedaan signifikan dalam hal akses, kualitas, dan fasilitas pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang model ekosistem pembelajaran inklusif yang dapat mengintegrasikan ketiga kategori sekolah tersebut dalam rangka menciptakan SDM yang lebih kompetitif dan adil. Dengan menggunakan pendekatan interdisipliner, penelitian ini mengeksplorasi potensi kolaborasi antara sekolah unggulan, reguler, dan rakyat melalui skema mentoring silang, platform bersama, dan pemanfaatan teknologi pendidikan seperti AI dan pembelajaran kolaboratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antar kategori sekolah dapat mempercepat pemerataan kualitas pendidikan, mengurangi ketimpangan sosial, dan memperkuat jaringan pendidikan nasional. Penelitian ini merekomendasikan kebijakan yang mendukung pengakuan sekolah rakyat, pengembangan kemitraan pendidikan lintas kelas sosial, dan digitalisasi berbasis ekuitas. Penelitian lanjutan di berbagai daerah serta integrasi dengan pendidikan vokasi menjadi langkah strategis untuk mengimplementasikan model ini secara lebih luas.