Matje Meriaty Huru
Jurusan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Kupang, Kupang; atiaureliapaul@gmail.com (koresponden)

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengetahuan Gizi Ibu Sebagai Determinan Utama Kejadian Stunting pada Anak Berusia 12-59 Bulan Matje Meriaty Huru; Mariana Ngundju Awang; Namsyah Baso
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15320

Abstract

Stunting occurs due to lack of nutritious food intake that does not meet nutritional needs over a long period of time and repeated infections. Stunting causes obstacles to children's intelligence, reduces productivity and suffers from diseases in adulthood. The purpose of this study was to determine the factors associated with the incidence of stunting in children aged 12-59 months in the Sikumana Health Center Work Area, Kupang City. This type of research was observational analytic with a cross-sectional design, involving 367 toddlers aged 12-59 months in the Sikumana Health Center work area in 2023. The factors studied were history of exclusive breastfeeding, history of complementary feeding of breast milk, history of basic immunization, maternal nutritional knowledge, maternal education, family income and number of family members. Measurement of factors was carried out by filling out questionnaires and interviews. The incidence of stunting was known by measuring body length using a length board, and height using a microtoise. Data were analyzed using the Chi-square test. The results of the study showed that the p-value for each factor was: history of exclusive breastfeeding = 0.002, history of complementary feeding of breast milk = 0.002, history of basic immunization = 0.098, maternal nutritional knowledge = 0.001, maternal education = 0.009, family income = 0.211, and number of family members = 0.023. Based on the results of the analysis, it was concluded that the determinants of the incidence of stunting in children aged 12-59 months in the Sikumana Health Center Work Area were a history of exclusive breastfeeding, a history of complementary feeding, maternal nutritional knowledge, maternal education, and number of family members; with the strongest determinant being maternal nutritional knowledge.Keywords: stunting; children; determinants; nutritional knowledge ABSTRAK Stunting terjadi karena kurangnya asupan makanan bergizi yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi dalam kurun waktu yang lama dan adanya  infeksi berulang. Stunting menimbulkan hambatan kecerdasan anak, menurunkan produktivitas dan menderita penyakit pada saat dewasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 12-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Sikumana Kota Kupang. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan cross-sectional, yang melibatkan 367 balita berusia 12-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sikumana pada tahun 2023. Faktor-faktor yang diteliti yaitu riwayat pemberian air susu ibu eksklusif, riwayat pemberian makanan pendamping air susu ibu, riwayat imunisasi dasar, pengetahuan gizi ibu, pendidikan ibu, pendapatan keluarga dan jumlah anggota keluarga. Pengukuran faktor-faktor dilakukan melalui pengisian kuesioner dan wawancara. Kejadian stunting diketahui dengan pengukuran panjang badan menggunakan length board, dan tinggi badan menggunakan microtoise. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p untuk masing-masing faktor adalah: riwayat air susu ibu eksklusif = 0,002, riwayat makanan pendamping air susu ibu = 0,002, riwayat imunisasi dasar = 0,098, pengetahuan gizi ibu = 0,001, pendidikan ibu = 0,009, pendapatan keluarga = 0,211, dan jumlah anggota keluarga = 0,023. Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa determinan dari kejadian stunting anak usia 12-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Sikumana adalah riwayat pemberian ASI eksklusif, riwayat pemberian MP-ASI, pengetahuan gizi ibu, pendidikan ibu, dan jumlah anggota keluarga; dengan determinan terkuat adalah pengetahuan gizi ibu.Kata kunci: stunting; anak; determinan; pengetahuan gizi
Peran Kader Posyandu dengan Penerapan Stiker Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) Matje Meriaty Huru; Agustina Abuk Seran; Jane Leo Mangi; Kamilus Mamoh
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14325

Abstract

The Indonesian government is trying to reduce maternal and newborn deaths, one of which is through the Childbirth Planning and Complication Prevention Program with stickers. However, in practice, filling in and pasting stickers has not been carried out properly. The aim of this research was to analyze the role of posyandu cadres in implementing a birth planning program in the use of complication prevention stickers. This research applied a cross-sectional approach, involving 50 posyandu cadres in East Penfui Village in December 2022, who were all members of the population. The independent variable was the role of posyandu cadres, while the dependent variable was the application of the Childbirth Planning and Complication Prevention Program stickers. Data collection was carried out using a questionnaire. Data analysis was carried out descriptively and continued with the Chi-square test. The research results showed that the role of posyandu cadres was generally positive (88.0%), and the majority of posyandu cadres did not use stickers (62.0%). The p value of hypothesis testing was 0.041. It was concluded that there was a correlation between the role of posyandu cadres and the use of stickers in the Childbirth Planning and Complication Prevention program in East Penfui Village, Kupang.Keywords: health cadres; birth planning; prevention of complications ABSTRAK Pemerintah Indonesia berupaya menurunkan kematian ibu dan bayi baru lahir, salah satunya melalui Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi dengan stiker. Namun pada pelaksanaannya, pengisian dan penempelan stiker belum dilaksanakan dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran kader posyandu dengan penerapan program perencanaan persalinan dalam penggunaan stiker pencegahan komplikasi. Penelitian ini menerapkan pendekatan cross-sectional, yang melibatkan 50 kader posyandu di Desa Penfui Timur pada bulan Desember tahun 2022 yang merupakan seluruh anggota populasi. Variabel independen yaitu peran kader posyandu, sedangkan variabel dependen yaitu penerapan stiker Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan dilanjutkan dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kader posyandu pada umumnya adalah positif (88,0%), dan sebagian besar kader posyandu belum menggunakan stiker (62,0%). Nilai p dari pengujian hipotesis adalah 0,041. Disimpulkan bahwa ada korelasi antara peran kader posyandu dengan penggunaan stiker dalam program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi di Desa Penfui Timur, Kupang.Kata kunci: kader kesehatan; perencanaan persalinan; pencegahan komplikasi