Yusron Amin
Prodi DIII Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rustida, Banyuwangi; Yusronamin312@gmail.com (koresponden)

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kelengkapan Imunisasi Dasar dan Respon Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi pada Anak Sekolah Alifah Ochtavia Mardiyono; Roshinta Sony Anggari; Yusron Amin
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15nk129

Abstract

Immunization is an effort to increase a person's immunity against various infectious diseases, but it can have a negative impact on the immune response after immunization which is called a post-immunization adverse event. This research aimed to determine the relationship between completeness of basic immunization and response to adverse events after immunization among SDIT Kalibaru Kulon students. The research design used in this study was cross-sectional. The research involved 250 children at SDIT Kalibaru Kulon. Data was collected through filling out a questionnaire. Data were analyzed using the Chi-square test. The results of the analysis showed that the majority of children had received complete basic immunization, and the majority of children experience side events after immunization in the mild category, including pain in the arm from the injection, headache or muscle ache, joint pain, chills, nausea, vomiting, fatigue and fever. Furthermore, the results of hypothesis testing showed the p value was 0.008. Furthermore, it was concluded that there was a relationship between the completeness of basic immunization and the response to adverse events after immunization.Keywords: school children; immunization; adverse events after immunization ABSTRAK Imunisasi merupakan upaya untuk meningkatkan kekebalan tubuh seseorang terhadap berbagai penyakit menular, namun bisa berdampak negatif terhadap respon imunitas setelah imunisasi yang disebut kejadian ikutan pasca imunisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui antara hubungan kelengkapan imunisasi dasar dengan respon kejadian ikutan pasca imunisasi pada siswa SDIT Kalibaru Kulon. Desain penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah cross-sectional. Penelitian melibatkan 250 anak di SDIT Kalibaru Kulon. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar anak telah mendapat imunisasi dasar secara lengkap, dan sebagian besar anak mengalami kejadian ikutan pasca imunisasi dalam kategori ringan antara lain nyeri pada lengan bekas suntikan, sakit kepala atau nyeri otot, nyeri sendi, menggigil, mual, muntah, kelelahan, dan demam. Selanjutnya hasil pengujian hipotesis menunjukkan nilai p adalah 0,008. Selanjutnya disimpulkan bahwa ada hubungan antara kelengkapan imunisasi dasar dengan respon kejadian ikutan pasca imunisasi.Kata kunci: anak sekolah; imunisasi; kejadian ikutan pasca imunisasi
Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Skabies di Pondok Pesantren menurut Pendekatan Teori Segitiga Epidemiologi Yusron Amin; Haswita Haswita
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14413

Abstract

The high incidence of scabies cases in Islamic boarding schools has a significant impact on reducing student learning productivity and quality of life. The aim of this study was to analyze factors related to the incidence of scabies in Islamic boarding schools, using the epidemiological triangle theory approach. This study was a literature review. The scientific databases used were Google Scholar, Neliti and GARUDA; using the keywords scabies, Islamic boarding school, factor analysis. The protocol used in this study was PRISMA. The study results obtained 15 articles that met the inclusion criteria. Next, a synthesis of the 15 articles was carried out. It was concluded that the risk factors for scabies in Islamic boarding schools are humans (host) and the environment. Human factors consist of knowledge, attitudes and personal hygiene behavior; while environmental factors consist of sanitation (lighting, air humidity, temperature, ventilation of students' rooms), and room occupancy density.Keywords: scabies; Islamic boarding school; hosts; environment ABSTRAK Tingginya kejadian kasus skabies di Pondok Pesantren berdampak signifikan terhadap penurunan produktivitas belajar dan kualitas hidup santri. Tujuan studi ini adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian skabies di pondok pesantren, menggunakan pendekatan teori segitiga epidemiologi. Studi ini merupakan literatur review. Database ilmiah yang digunakan yaitu Google Scholar, Neliti dan GARUDA; dengan menggunakan kata kunci skabies, pondok pesantren, analisis faktor. Protokol yang digunakan dalam studi ini adalah PRISMA. Hasil studi mendapatkan 15 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Selanjutnya dilakukan sintesis terhadap 15 artikel tersebut. Disimpulkan bahwa faktor risiko kejadian skabies di pondok pesantren adalah manusia (host) dan lingkungan. Faktor manusia terdiri dari pengetahuan, sikap, dan perilaku personal hygiene; sedangkan faktor lingkungan terdiri dari sanitasi (pencahayaan, kelembaban udara, suhu, ventilasi kamar santri), dan kepadatan hunian kamar.Kata kunci: skabies; pondok pesantren; host; environment