Nur Hakima Akhirani Nasution
Institut Agama Islam Padang Lawas

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

OTONOMI DAERAH DALAM KERANGKA NKRI   Hanizar Meda Simbolon; Nur Hakima Akhirani Nasution
HUMANITIS: Jurnal Homaniora, Sosial dan Bisnis Vol. 2 No. 5 (2024): HUMANITIS : Jurnal Humaniora, Sosial dan Bisnis
Publisher : ADISAM PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the United Nation of Republic of Indonesia the highest authorization holder is center government, but geographics of Republic of Indonesia is very large and divided into islands and archipelegoes and large and small regions so in running authorization, center government obliges to give part of its authority to regions, in order to manage each region. It is called decentralization or Region Authonomy. The principle of Republic of Indonesia can not be separated with principle of Region Authonomy, it includes in section I verse I Undang Undang Dasar 1945 and its and section 18 amandement, therefore Region Authonomy is subsystem of Republic of Indonesia Authorization system. If it looked from Organization of Region Authonomy in Indonesia has organized since Freedom of Indonesia, and it happened before Indonesia Freedom, Holland and Japan have done Region Authonomy version Colonial, so it is impossible if Region Authonomy in Indonesia must be maintained and develops up to now
Implementasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik di Era Digital Mhd Ali Bismar Nasution; Faiza Marhana Harahap; Husniah Nasution; Nur Hakima Akhirani Nasution
JURNAL TIPS Vol 4, No 1 (2026): In Progress
Publisher : UIN SU Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi nilai-nilai Pancasila dalam pembentukan karakter peserta didik di era digital. Kemajuan teknologi informasi telah membawa perubahan mendasar terhadap pola belajar, interaksi sosial, serta pembentukan kepribadian generasi muda. Di satu sisi, transformasi digital memberikan peluang besar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, namun di sisi lain juga memunculkan berbagai tantangan, seperti degradasi moral, rendahnya etika bermedia, dan berkurangnya semangat kebangsaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka. Data diperoleh melalui penelaahan berbagai buku, artikel ilmiah, dan dokumen relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Pancasila dalam proses pembelajaran, budaya sekolah, keteladanan guru, serta penggunaan teknologi secara bijaksana mampu membentuk karakter peserta didik yang religius, disiplin, bertanggung jawab, toleran, dan nasionalis. Dengan demikian, implementasi nilai-nilai Pancasila menjadi fondasi utama dalam menyiapkan generasi yang berintegritas, adaptif, dan kompetitif di tengah perkembangan era digital.