David Sulistiawan Aditya
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Jalan Brawijaya, Kasihan, Bantul, D.I.Y., Indonesia, (0274) 387656

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PELATIHAN ENGLISH CONVERSATION SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA DALAM DUNIA PARIWISATA Titis Wisnu Wijaya; David Sulistiawan Aditya; Muhammad Syahrir
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4: September 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v2i4.3227

Abstract

Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan program yang sangat membantu untuk meningkatkan daya tarik wisatawan di Dusun Krapyak Wetan. Di dusun ini mempunyai wisata yang menarik yaitu wisata alam dan kesenian. Masyarakat belum menyadari bahwa potensi yang ada merupakan ladang untuk perkembangan ekonomi masyarakat sekitar. Salah satu bagian terpenting dalam meningkatkan daya tarik wisatawan yang belum tersentuh yaitu peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berdasarkan hasil observasi, masyarakat masih sangat bergantung dengan pergerakan pemerintah desa setempat. Upaya yang dilakukan oleh Pemerintah setempat masih sebatas peningkatan obyek wisata yang belum diiringi dengan peningkatan sumber daya manusia. Mengingat perkembangan pariwisata yang begitu pesat di berbagai tempat dengan mendatangkan tidak hanya wisatawan domestik tetapi juga mancanegara. Seiring dengan persaingan di bidang pariwisata dan merealisasikan Dusun Krapyak Wetan sebagai tempat tujuan wisatawan Mancanegara diperlukan pembelajaran Bahasa asing khususnya Bahasa inggris sebagai Bahasa pengantarnya. Dari permasalahan tersebut, diperlukan adanya kegiaatan pengabdian masyarakat dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pembelajaran Bahasa internasional. Metode yang dilakukan yaitu memberikan pelatihan dua kali dalam seminggu selama empat bulan. Secara jangka pendek, masayarakat dusun khususnya para pemuda-pemudi tertarik dan mampu mengaplikasikan ilmu tidak hanya di lingkungan sekitar namun juga di sekolah. Secara jangka Panjang, masayarakat sudah menguasai Bahasa internasional sebelum para wisatawan mancanegara berdatangan menikmati wisata lokal yang ada disana