Penginjilan adalah jantung dari perkembangan kekristenan, juga merupakan Amanat Agung yang diberikan oleh Tuhan Yesus sebelum kenaikanNya ke surga. Tugas ini diterima dan diteruskan oleh para rasul Tuhan Yesus dengan semangat yang tinggi sehingga kekristenan berkembang pesat pada masa itu. Semangat penginjilan seperti ini sangat perlu dijaga dan dikembangkan oleh orang-orang Kristen pada masa ini, masa di mana semua orang menghadapi pandemi covid-19. Keputusasaan dalam menantikan berakhirnya pandemi, pembatasan pertemuan fisik dan berita-berita duka banyak terjadi, merupakan tantangan besar bagi semua orang, termasuk bagi anak-anak Tuhan baik dalam kehidupannya sendiri mau pun dalam mengemban Amanat Agung dari Tuhan Yesus. Sekali pun demikian, Penulis percaya bahwa kekuatan Injil itu tetap berlaku di masa ini. Ini sebabnya, Penulis merasa perlu untuk menyelidiki makna yang terkandung dalam pernyataan rasul Paulus dalam Roma 1:16-17 dengan fokus kepada frasa “Injil adalah kekuatan Allah”, dengan harapan bisa menemukan prinsip-prinsip yang berguna untuk membangun semangat penjangkauan di Indonesian Care Center (ICC), yang anggotanya adalah para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hong Kong. Penulis percaya bahwa kuasa Injil yang telah mereka alami, akan terus berkarya di dalam dan melalui mereka, dalam situasi apa pun termasuk masa pandemi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan Injil dapat dialami dengan tidak malu terhadap Injil, yakin terhadap kuasa penyelamatan Allah, mampu melihat jangkauan Injil yang luas dan hidup berdasarkan iman. Keempat prinsip ini membentuk keyakinan yang kokoh yang sangat penting dimiliki dalam menunaikan Amanat Agung dengan penuh semangat dan kuasa.