Abstract: The increasing prevalence of autistic children globally, including in Indonesia, has highlighted the need for effective therapeutic environments, particularly sensory integration therapy spaces. These spaces play an essential role in supporting the development of autistic children by meeting their unique sensory needs. This study aims to compare the spatial characteristics of existing sensory integration therapy spaces with ideal design criteria, focusing on visual stimuli, which significantly impact the emotions, behaviors, and therapeutic outcomes of autistic children. This study used a comparative method to analyze two therapy sites, namely SLBS Mitra Ananda and Puspa Holistic Integrative Care, focusing on eleven design variables related to visual aspects. Findings showed significant differences in the design and functionality of the two spaces, with one space leaning towards a more open and visually stimulating environment. In contrast, the other space emphasized containment and controlled sensory input. The study concludes that while both sites meet some of the criteria for sensory integration therapy, there is a notable gap in achieving an optimal design that fully supports the sensory needs of children with autism. This research contributes on designing therapy spaces that meet the specific needs of autistic individuals in improving their quality and therapy outcomes. Keyword: Autism spectrum disorder, sensory dysfunctions, spatial design Abstrak: Meningkatnya prevalensi kelahiran anak autis secara global, termasuk di Indonesia, telah menyoroti kebutuhan akan lingkungan terapi yang efektif, khususnya ruang terapi integrasi sensori. Ruang ini memainkan peran penting dalam mendukung perkembangan anak-anak autis dengan memenuhi kebutuhan sensorik mereka yang unik. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan karakteristik spasial ruang terapi integrasi sensori yang ada dengan kriteria desain yang ideal, dengan fokus pada rangsangan visual, yang secara signifikan berdampak pada emosi, perilaku, dan hasil terapi anak-anak autis. Penelitian ini menggunakan metode komparasi untuk menganalisis dua lokasi terapi, yaitu SLBS Mitra Ananda dan Puspa Holistic Integrative Care, dengan fokus pada sebelas variabel desain yang terkait dengan aspek visual. Temuan menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam desain dan fungsionalitas kedua ruang, dengan satu ruang yang condong ke arah lingkungan yang lebih terbuka dan merangsang secara visual, sementara ruang lainnya menekankan pada penahanan dan input sensorik yang terkendali. Studi ini menyimpulkan bahwa meskipun kedua lokasi memenuhi beberapa kriteria untuk terapi integrasi sensori, terdapat kesenjangan yang mencolok dalam mencapai desain optimal yang sepenuhnya mendukung kebutuhan sensorik anak autis. Penelitian ini berkontribusi pada wacana yang sedang berlangsung tentang merancang ruang terapi yang memenuhi kebutuhan spesifik individu autis dalam meningkatkan kualitas dan hasil terapi. Kata Kunci: Gangguan spektrum autisme, Disfungsi sensori, Desain spasial ruang