Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Communication Between the Disability Care Pioneers and the Situbondo Government Yusi Putri Lailatul Musyarofah; Nur Annafi Farni Syam Mella; Ade Bagus Permana Putra; Slow Ahmadi
Jurnal Al-Hikmah Vol. 22 No. 2 (2024): Ilmu Dakwah dan Pengembangan Masyarakat
Publisher : Fakultas Dakwah UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/alhikmah.v22i2.285

Abstract

This article discusses the communication between the Disability Care Pioneers and the Situbondo Regency Government. Since 2018, Situbondo Regency has declared itself an inclusive district, aiming to encompass various sectors, including employment. However, the Situbondo Regency Government has not yet comprehensively initiated efforts to realize inclusive employment. In response, the Disability Care Pioneers of Situbondo, a non-profit organization, took the initiative to promote inclusive employment in the region. This article analyzes and describes the communication process and various factors influencing the communication between the Disability Care Pioneers and the Situbondo Regency Government. Through a descriptive case study research method, based on the constructivist paradigm, it was found that the initial communication aimed to build emotional proximity. The familial approach between the Disability Care Pioneers and relevant stakeholders fostered empathy and credibility, further reinforcing the commitment to inclusive employment. The Disability Care Pioneers established bonds that facilitated collaboration and synergy, as well as built a strong support network, which eased the integration of individuals with disabilities into the labor market and encouraged broader societal involvement. Additionally, this family-based, empathy-driven approach enhanced the organization's credibility, ensuring that inclusive employment became a tangible reality with a positive impact on the Situbondo community. 
Penguatan Perlindungan Perempuan Dan Anak Melalui Pendekatan Berbasis Komunitas Di Kabupaten Situbondo Yusi Putri Lailatul Musyarofah; Iklil Nafisah; Ade Bagus Permana Putra
La-Syakka: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2026): La-Syaka: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi persoalan serius di setiap daerah, termasuk Kabupaten Situbondo. Data resmi yang tercatat oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menunjukkan terdapat 28 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak pada semester pertama di tahun 2024. Meskipun angka ini lebih rendah dari tahun 2023, kondisi tersebut tidak dapat dimaknai sebagai perbaikan kondisi secara substansial, mengingat masih kuatnya fenomena gunung es akibat rendahnya pelaporan kasus. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kapasitas dan keberanian perempuan serta anak dalam mengenali, mencegah dan melaporkan kekerasan. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan empowerment, community-based approach, dan trauma informed care dengan sasaran perempuan, anak dan kelompok muda di Kabupaten Situbondo. Metode pelaksanaan meliputi lingkar belajar, sosialisasi di sekolah menengah pertama serta pendampingan korban melalui aduan dan dukungan psikososial. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta lingkar belajar mengenai bentuk-bentuk kekerasan, hak korban, serta mekanisme pelaporan, sekaligus terbentuknya ruang aman berbasis komunitas. Kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat sistem perlindungan perempuan dan anak di tingkat lokal serta mendorong keterlibatan komunitas dalam upaya pencegahan kekerasan secara berkelanjutan.