TRIANIDA, ASTUTI
KURVA S JURNAL MAHASISWA

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERHITUNGAN STRUKTUR JEMBATAN PRATEGANG PADA JALAN MUALLAF MENUJU KM.12 JALAN POROS KOTA BANGUN TRIANIDA, ASTUTI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.097 KB)

Abstract

Astuti Trianida, Perhitungan Struktur Jembatan Prategang Pada Jalan Muallaf Menuju Km. 12 Jalan Poros Kota Bangun, dibawah bimbingan Purwanto ST., MT dan Hence Michael Wuaten ST., M.Eng.Jembatan beton prategang merupakan salah satu jenis jembatan dengan material konstruksi beton prategang atau beton yang berisi kabel baja dengan tujuan untuk memberikan tegangan awal berupa tegangan tarik terhadap beton akibat sifat beton yang tidak mampu menahan gaya tarik. Dalam hal ini, beton prategang sebagai solusi untuk mengatasi besarnya tegangan tarik yang timbul pada struktur beton khususnya pada struktur dengan bentang yang besar.Mengingat semakin bertambahnya penduduk berarti juga semakin menambah beban yang harus diterima kontruksi jembatan. Dalam hal ini jembatan prategang  dianggap sesuai untuk menunjang saranan dan prasarana transportasi di Kecamatan Tenggarong. Dalam skripsi ini dilakukan perhitungan struktur jembatan dengan tipe jembatan prategang. Sedangkan perhitungan meliputi struktur atas jembatan dan struktur bawah jembatan.dari penelitian tentang Perhitungan Struktur Jembatan Prategang Pada Jalan Muallaf Menuju Km.12 Jalan Poros Kota Bangun yaitu jembatan ini direncanakan dengan bentang 30 m dan lebar 20 m, slab lantai kendaraan dengan ketebalan 30 cm, trotoar direncanakan dengan ketebalan 30 cm dan lebar 200 cm, jarak antara tiang railling 2 m, balok prategang “I” girder 10 buah sedangkan untuk baja prategang menggunakan jenis strands Uncoated 7 wire super strands ASTM A-416 grade 270 yang menggunakan 3 tendon dengan 19 strand pertendon dan jenis pondasi yang digunakan adalah pondasi tiang pancang dengan kedalaman 36 m.