Wennar
Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Doa yang Berkenan di Hadapan Allah: Studi Hermeneutik terhadap Matius 6:6-7 dalam Konteks Kehidupan Kristen Kontemporer Wennar; Yunita Sardo Manalu
LAMPO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 1 No. 2 (2025): Januari 2025
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI STAR RIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63832/fndb1r17

Abstract

Doa merupakan inti dari kerohanian Kristen, namun esensinya sering kali dibayangi oleh formalisme, rutinitas, atau presentasi diri. Matius 6:6-7 memuat ajaran Yesus tentang doa, yang menekankan keintiman dan ketulusan sebagai dasar komunikasi dengan Tuhan. Kajian ini menggunakan metode hermeneutik dan linguistik untuk menganalisis istilah-istilah kunci seperti tameion (ruang privat), battalogeo (pengulangan yang sia-sia), dan ethnikoi (bangsa-bangsa lain), dengan mengeksplorasi konteks historis, teologis, dan budayanya. Hasilnya mengungkapkan bahwa Yesus menantang religiositas performatif pada zaman-Nya, menyerukan doa pribadi dan relasional yang mengutamakan kualitas daripada kuantitas. Secara teologis, ajaran ini memperkenalkan pemahaman yang mendalam tentang Tuhan sebagai Bapa yang penuh kasih yang mengetahui kebutuhan manusia sebelum kebutuhan itu diucapkan. Kajian ini menyoroti relevansi prinsip-prinsip Yesus dalam mengatasi tantangan modern seperti gangguan digital dan kerohanian performatif. Kajian ini menyimpulkan bahwa doa yang autentik adalah tindakan iman, ketergantungan, dan kasih, yang membina hubungan yang intim dengan Tuhan.
OIKOS SEBAGAI PARADIGMA EKLESIOLOGI KONTEKSTUAL DAN PENGINJILAN RELASIONAL DALAM KISAH PARA RASUL Wennar; M. Rainaldy Ardha Anggara
Parakletos : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 2 No 1 (2025): Menghadirkan Teologi ditengah Keberagaman
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Imanuel Bitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas oikos sebagai fondasi eklesiologi kontekstual berdasarkan kajian hermeneutik atas Kisah Para Rasul, serta implikasinya terhadap model penginjilan relasional dalam konteks masa kini. Penelitian menggunakan pendekatan hermeneutik biblika terhadap narasi-narasi kunci dalam Kisah Para Rasul, seperti rumah Kornelius, Lidia, dan kepala penjara Filipi, yang menunjukkan bahwa gereja mula-mula bertumbuh dari relasi rumah tangga dan jaringan sosial primer. Hasil penelitian mengungkap bahwa oikos bukan sekadar tempat, melainkan struktur sosial dan rohani tempat pewartaan Injil berlangsung secara efektif dan kontekstual. Pembahasan memperlihatkan bahwa paradigma oikos berkontribusi dalam membangun eklesiologi yang bersifat relasional, inkarnasional, dan relevan bagi gereja modern, khususnya di tengah urbanisasi dan fragmentasi sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan oikos dapat memperkaya pemahaman gereja sebagai komunitas iman yang hidup dalam keseharian, serta mendorong pembaharuan dalam pendidikan agama Kristen dengan menekankan pembentukan iman dalam konteks relasi. Kesimpulannya, oikos perlu direkonstruksi kembali bukan hanya sebagai strategi, tetapi sebagai paradigma teologis yang menyatu dengan misi dan kehidupan gereja kontemporer.
Kehadiran Gembala sebagai Bentuk Pengorbanan: Studi Teologis Yohanes 10:11–15 dalam Konteks Pelayanan Pastoral Moderneologis Yohanes 10:11-15 dalam Konteks Pelayanan Pastoral Modern Wennar; Rivosa Santosa
Jurnal Apokalupsis Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Apokalupsis
Publisher : STT Internasional Harvest Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the meaning of the shepherd’s sacrifice in John 10:11–15 by highlighting the close relationship between sacrifice and relational presence. Interpretations of the statement “the good shepherd lays down his life for the sheep” are often confined to a soteriological horizon, referring primarily to Jesus’ death on the cross. Through narrative and lexical exegesis, this study demonstrates that the Gospel of John constructs the meaning of sacrifice within the framework of a shepherding relationship marked by presence, mutual knowing, and faithfulness to the flock. By employing a psychological biblical interpretation approach, the shepherd–sheep metaphor is read as a depiction of a relationship that responds to existential vulnerability, in which the shepherd’s presence fosters a sense of security and relational attachment. Christological elaboration affirms that such presence constitutes an integral expression of Jesus’ identity as the Good Shepherd, rather than merely a pastoral function or strategy. The critique of the “hired hand” figure reveals that authentic shepherding is determined by the quality of relationship rather than by the continuity of function or structure alone. This study also outlines the theological and pastoral implications of understanding sacrifice as presence for contemporary church ministry
Pelabelan Karakter sebagai Mekanisme Pertahanan: Analisis Psikologis-Teologis Hambatan Metanoia dalam Konflik Relasional Gereja Wennar; Juliana Hindradjat
Educatio Christi Vol 7 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : UPT Penelitian Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Tomohon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70796/educatio-christi.v7i1.352

Abstract

Konflik relasional merupakan realitas yang tidak terpisahkan dari kehidupan komunitas gereja, namun konflik gerejawi kontemporer semakin ditandai oleh praktik pelabelan karakter berbasis istilah psikologis. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana pelabelan karakter berfungsi sebagai mekanisme pertahanan diri yang menghambat proses metanoia, yang dipahami sebagai transformasi rohani dalam iman Kristen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis dan interdisipliner yang memadukan psikologi dan teologi pastoral, serta diposisikan sebagai kajian konseptual-reflektif berbasis kepustakaan. Data diperoleh dari literatur akademik berupa buku dan artikel jurnal bereputasi yang relevan dengan konflik gerejawi, mekanisme pertahanan diri, dan teologi pertobatan . Analisis bertumpu pada teori mekanisme pertahanan diri, khususnya konsep proyeksi, serta teologi metanoia sebagai kerangka teologis utama. Hasil kajian menunjukkan bahwa pelabelan karakter berfungsi sebagai benteng pertahanan ego yang mengalihkan konflik dari refleksi diri menuju pembenaran diri, sehingga melemahkan relasi pastoral dan menghambat pertobatan serta pertumbuhan rohani komunitas gereja.