Suarni Syam Saguni
Universitas Negeri Makassar, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Novel Tangisan Batang Pudu: Kajian Ekokritik Kerusakan Lingkungan dan Kepedulian Terhadap Alam Fauziah Nurul Islamiah; Juanda Juanda; Suarni Syam Saguni
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v4i4.1129

Abstract

The environment is the focus of attention because of the large amount of damage caused by human behavior and the impact on nature. Therefore, this research aims to examine the forms of environmental damage and the characters' attitudes of love and concern for nature in the novel Tangisan Batang Pudu. The method used in this research is a descriptive qualitative research method. The data and data sources for this research are text quotations contained in the novel Tangisan Batang Pudu by Musa Ismail. This novel was published by Deepublish Publisher, Yogyakarta in 2020, first printing, 156 pages thick. The data analysis technique for this research was carried out by identification, classification, analysis and description of data. The results of the research show that there are six aspects of Greg Garrard's environmental damage, namely, pollution, wilderness, disasters, housing/residence, animals, and the earth. Then there is also a form of environmental ethics, namely a form of human affection and concern for the natural environment. Based on the results of data analysis, the more dominant data is in the form of environmental damage. This is proven in the novel which was written against the background of environmental pollution by companies in the Batang Pudu river which resulted in poor people in the surrounding area suffering from the environmental damage that occurred. The contribution of this research will be a means of developing literature and can be used as a reference in the development of relevant research in the future, and can increase insight and understanding regarding the study of ecocritical theory which will make readers aware to care more about the surrounding natural environment. Future research for this novel is expected to study and research the novel Tangisan Batang Pudu by Musa Ismail with different theories and study methods as a form of scientific development in the field of Indonesian language and literature.
Kekerasan Verbal Terhadap Tokoh Perempuan Dalam Novel Mantra Lilith Karya Hendri Yulius (Kajian Feminisme) Rusci Lestari Syam; Juanda Juanda; Suarni Syam Saguni
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1315

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk kekerasan verbal yang dialami oleh tokoh perempuan dalam novel Mantra Lilith karya Hendri Yulius serta bentuk-bentuk perlawanan yang dilakukan oleh tokoh tersebut melalui perspektif feminisme. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian adalah novel Mantra Lilith karya Hendri Yulius yang diterbitkan Elex Media Komputindo pada tahun 2017 dengan tebal 260 halaman. Data penelitian ini berupa kata, frasa, kalimat, dan paragraf yang menunjukkan kekerasan verbal serta perlawanan tokoh perempuan dalam novel Mantra Lilith karya Hendri Yulius. Pendekatan yang digunakan dalam analisis data adalah teori feminisme. Hasil menunjukkan bahwa kekerasan verbal yang diterima tokoh perempuan dalam novel Mantra Lilith meliputi ancaman, merendahkan, dan bentakan. Bentuk kekerasan verbal ini berfungsi untuk mengontrol dan mengekang tokoh perempuan, serta memperkuat struktur patriarkal yang menempatkan perempuan pada posisi subordinat. Dari perspektif feminisme, kekerasan verbal dilihat sebagai alat mempertahankan dominasi dan membatasi kebebasan serta hak-hak perempuan. Kedua, perlawanan tokoh perempuan untuk menentang kekerasan verbal dalam novel Mantra Lilith tercermin dalam sikap kritis, penolakan terhadap norma-norma patriarkal, serta upaya untuk mengklaim kembali identitas dan hak-hak mereka. Tokoh perempuan dalam novel ini menolak untuk dijadikan sekadar pemuas dan pelayan, dan secara aktif berusaha melawan kekerasan verbal yang mereka hadapi. Bentuk-bentuk perlawanan ini memperlihatkan keberanian dan keteguhan tokoh perempuan dalam menghadapi penindasan dan kekerasan verbal. Penelitian ini berkontribusi memberikan pemahaman kritis dampak kekerasan verbal terhadap perempuan dalam karya sastra, sehingga dapat digunakan sebagai bahan ajar untuk meningkatkan kesadaran gender dan mendukung pendidikan karakter berbasis kesetaraan.
Parodi, Pastiche, Ironi dalam Film Hello Ghost Versi Indonesia: Postmodernisme Jean Francois Lyotard Syarah Syafiqah; Juanda Juanda; Suarni Syam Saguni
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1375

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan parodi, pastiche, dan ironi dalam film Hello Ghost versi Indonesia menggunakan teori postmodernisme Jean Francois Lyotard. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menganalisis unsur-unsur postmodern dalam narasi film. Sumber data penelitian adalah film Hello Ghost yang dirilis pada tahun 2023, yang merupakan adaptasi dari film Korea Selatan. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi teknik tontonan, catat, dan dokumentasi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa penggunaan parodi dalam film ini berfungsi untuk mengolok-olok norma-norma budaya dan memberikan kritik sosial terhadap pandangan konvensional tentang kehidupan dan kematian. Aspek pastiche terlihat dalam kombinasi gaya visual yang menciptakan keragaman budaya, sedangkan ironi mengungkapkan konsistensi dalam pengalaman karakter, menantang asumsi penonton tentang kenyataan. Penelitian ini menunjukkan bahwa film Hello Ghost tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai alat untuk refleksi kritis terhadap kondisi sosial dan budaya yang dihadapi masyarakat Indonesia, menciptakan lapisan makna yang kompleks dan relevan dalam konteks postmodern.
Struktur Sosial, Politik, dan Budaya dalam Novel Koplak Karya Oka Rusmini: Kajian Strukturalisme Genetik Julianti Julianti; Juanda Juanda; Suarni Syam Saguni
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2031

Abstract

This study aims to reveal the author's worldview in the novel Koplak by Oka Rusmini using Lucient Goldmann's genetic structuralism study. This study uses a qualitative method that is descriptive in nature. The data collection technique used is an analysis technique that involves identification, grouping, and data analysis. The data used is in the form of language exposure, namely words, phrases, sentences, and descriptions from the novel Koplak by Oka Rusmini, published by PT Gramedia Widiasarana Indonesia in 2019. The focus of the study covers three main topics of discussion. (1) human facts in the context of social facts, (2) collective subjects, (3) the author's worldview. The results of this study reveal human facts related to social, political, economic and cultural facts. The collective subjects contained are in the form of collective consciousness from the lower class, women in a patriarchal culture and the political elite. Meanwhile, the author's worldview highlights social issues that form a complex unity of politics, economics, and culture in the novel Koplak by Oka Rusmini.