Elisabeth Purba
Universitas Negeri Medan, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identifikasi Metode Project Based Learning Dalam Pembelajaran Drama Pada Sekolah Menengah Atas Elisabeth Purba; Enjel T. Banjarnahor; Fitri A. Tampubolon; Rizkita R. Sebayang; Sheshilia P. Damanik; Yanti Ambarita; Safinatul Harahap
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v4i4.1149

Abstract

Penelitian ini mengidentifikasi metode Project Based Learning (PjBL) dalam pembelajaran drama di Sekolah Menengah Atas (SMA), dengan fokus pada tantangan yang dihadapi siswa dan guru. Pembelajaran drama sering kali dianggap sulit dan tidak relevan, sehingga mengakibatkan rendahnya minat dan partisipasi siswa. PjBL menawarkan pendekatan yang lebih interaktif dan kontekstual, memungkinkan siswa untuk terlibat langsung dalam proses kreatif. Melalui tahapan sintaks PjBL, siswa belajar merancang, melaksanakan, dan mempresentasikan proyek drama, yang memperkuat pemahaman mereka terhadap elemen drama. Penelitian ini menunjukkan bahwa PjBL tidak hanya meningkatkan keterampilan siswa, tetapi juga membantu mengatasi masalah yang ada dalam pembelajaran drama.
Eksplorasi Eksplorasi Nilai Filosofis Rumah Adat Karo dalam Mempertahankan Identitas Budaya Lokal di Era Modernisasi Elisabeth Purba; Monica Monalisa Hutabarat; Rizkita Rodearni Sebayang; Sheshilia Putri Damanik; Yanti Melina Ambarita; Ika Febriana
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2383

Abstract

Penelitian ini mengkaji makna dan kelestarian rumah adat Karo (Siwaluh Jabu) sebagai representasi identitas budaya masyarakat Batak Karo di tengah arus globalisasi. Rumah adat Siwaluh Jabu tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal delapan keluarga, namun juga mencerminkan struktur sosial, sistem kekeluargaan, dan nilai-nilai filosofis seperti gotong-royong, musyawarah, serta toleransi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan metode kualitatif, data dikumpulkan melalui studi literatur, observasi langsung di kawasan tradisional Karo, serta wawancara dengan tokoh adat dan masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap ruangan (jabu) memiliki fungsi, aturan, dan makna khusus yang memperkuat tatanan dan interaksi sosial. Namun, modernisasi dan urbanisasi menyebabkan perubahan fisik, fungsi, serta pergeseran nilai budaya di kalangan generasi muda, sehingga mengancam kelestarian rumah adat tersebut. Diperlukan strategi pelestarian yang adaptif dan kolaboratif antara pemerintah, masyarakat adat, dan generasi muda melalui edukasi, revitalisasi budaya, serta perlindungan hukum agar Siwaluh Jabu tetap eksis sebagai warisan budaya dan sumber pembentukan karakter. Temuan ini diharapkan menjadi acuan pelestarian budaya lokal dalam menghadapi tantangan modernisasi.