Agatia Mega Rianda
Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kajian Ekokritik Sastra pada Cerita Pendek Berbahasa Jawa “Sendhang Bulusan” Karya Endang TS Agatia Mega Rianda; Mohamad Makincoiri
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1428

Abstract

Adanya hubungan karya sastra dengan lingkungan memunculkan sebuah konsep kritik sastra yang disebut ekokritik. Ekokritik muncul dalam berbagai jenis karya sastra, tidak terkecuali dalam karya sastra Jawa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjabarkan tentang ekokritik sastra dalam karya sastra Jawa berjenis cerita pendek berjudul Sendang Bulusan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah sebuah cerpen karya Endang TS yang berjudul Sendang Bulusan. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan metode analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat kritik lingkungan yang disampaikan secara langsung maupun tidak langsung dalam cerita pendek Sendang Bulusan. Pemunculan ekokritik tersebut diwujudkan dalam representasi alam berupa kehidupan di sekitar sebuah telaga, representasi tumbuhan berupa pohon beringin, serta representasi hewan dalam wujud hewan penyu atau bulus. Representasi ekokritik tersebut disampaikan dalam 3 wujud, yaitu: (1) latar tempat berupa gambaran alam dalam cerkak, (2) pensakralan alam berupa pohon dan penyu yang disakralkan, dan (3) pelogisan pensakralan alam sebagai upaya menjaga lingkungan. Penulis berusaha menyampaikan ekokritik terhadap pensakralan lingkungan dan entitas yang hidup di lingkungan tersebut, termasuk hewan dan tumbuhan, yang mana mempunyai dampak positif maupun negatif.