CITRASARI, SYARTIKA
KURVA S JURNAL MAHASISWA

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS KEBUTUHAN PARKIR KENDARAAN METODE ANALOG PADA BONTANG SPORT CENTER (BSC) CITRASARI, SYARTIKA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1473.024 KB)

Abstract

Syartika Citrasari , Analisis Kebutuhan Parkir Kendaraan Metode Analog Pada Bontang Sport Center (Bsc) , di bawah bimbingan Purwanto, ST, MT dan Zony Yulfadli, ST, MTStadion merupakan sarana paling penting dalamo lahraga ini. Sebagai salah satu fasilitas olahraga yang akan berdiri di kota Bontangm emerlukanp erencanaan areal parkir sebagai salah satu bagiand ari fasilitas Bontang Sport Center (BSC). Peramalan kebutuhan parkir yang direncanakan dapatmenampung kendaraan yang masuk areal parkir,Analisis peramalan kebutuhan ruang parkir (KRP) digunakan system analogi dengan beberapa fasilitas stadion yang memiliki fungsi sama dengan BontangSport Center (BSC).Dan Mengetahui pendapatan total terhadap tariff parkir Bontang Sport Center (BSC).Hasil Analisis Kebutuhan Ruang Parkir Metode Analog Pada Bontang Sport Center adalah Jumlah KRP yang didapatmerupakan total KRP yang dibutuhkan. Jumlah KRP tersebut harus dipisahkan menurut komposisi antara motor dan mobil. Komposisi antara motor danmobil. Hasil yang didapatdari analog stadionuntukstadion outdoor adalah 70,2 % motor dan 29,8 % mobil. Untukstadion indoor adalah 79,4 % motor dan0,6 % mobil.Kesimpulan bila kegiatan olah raga hanya dilakukan pada lokasi Indoor maka kebutuhan parker berdasarkan data lay out plan Sport Center Bontang masih mencukupi. Berdasarkan data lay out Plan Sport Center Bontang maka untuk luas parker tersedia dapat dihitung :Roda 4 (R4)         = 1540 m2danRoda 2 (R2)            = 180 x 2 = 360 m2 . TetapibilaKebutuhan Total Ruang parker untuk Sport  Center Bontang (SCB) dipakai untuk kegiatan di Outdoor serta bila kegiatan dilakukan pada Outdoor dan Indoor maka kebutuhan lahan parker tidak mencukupi.