Donny Richard Mataputun
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Efektifitas Perawatan Luka Modern Dressing Dengan Metode Moist Wound Healing Pada Ulkus Diabetikum Donny Richard Mataputun; Aulia Nurbani
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 4 No 1 (2022): Junal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63704/jksw.v4i1.2

Abstract

Pendahuluan: Ulkus diabetikum merupakan kondisi luka mulai dari Superfical nekrosis kulit sehingga mengakibatkan kondisi luka dengan ketebalan yang dapat meluas ke jaringan lain, yang dialami penderita diabetes melitus. Luka diabetikum dapat diatasi dengan perawatan luka menggunakan Metode Moist Wound Healing untuk menjaga kelembapan pada permukaan luka agar tidak terjadinya infeksi dan mempercepat penyembuhan luka. Tujuan: Menganalisa “Efektifitas Perawatan Luka Modern Dressingan Dengan Metode Moist Wound Healing Pada Ulkus Diabetik” dari penelitian sebelumnya. Desain: Literature Review, Sumber Data: Pencarian menggunakan database Google Scholar, artikel dengan topik yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dari tahun 2016-2022. Rivew Metode: Pencarian artikel menggunakan PICOTS dengan seleki jurnal, seleksi abstrak dengan kriteria inklusi dan eklusi sehingga menemukan jurnal yang dapat di rivew. Hasil: Literaturerivew dari artikel dari 7 artikel yang sudah terpilih. Karakteristik tersebut menunjukan pentingnya dalam melakukan perawatan luka pada penderita ulkus diabetic. Kesimpulan: secara keseluruhan adanya perbedaan karakteristik dalam jurnal menunjukan semuanya perawatan luka dengan metode Moist Wound Healing efektif terhadap penyembuhan luka, Saran: diaharapkan peneliti selanjutnya untuk mengkaji lebih banyak sumber maupun refrensi yang terkait dengan pearwatan luka agar hasil peneliti literature rivew jurnal lebih baik lagi.
Pengaruh Kompres Air Dingin Terhadap Nyeri Luka Post Op Fraktur Donny Richard Mataputun; Ricca Ayu Ratnasari
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63704/jksw.v5i1.20

Abstract

Pendahuluan: Fraktur ialah sesuatu ancaman yang potensial untuk integritas seorang hingga akan mengalami gangguan fisiologis serta psikologis yang bisa memunculkan respon berbentuk perih serta rasa sakit.( Noorisa R, 2017). Nyeri ialah rasa ataupun sensasi yang tidak aman yang dialami oleh seorang yang umumnya berhubungan dengan sesuatu kehancuran pada jaringan yang aktual ataupun potensial,hal ini dapat diatasi dengan menggunakan kompres dingin Tujuan: Menganalisa pengaruh pemberian kompres dingin terhadap nyeri luka post op fraktur dari peneliti sebelumnya. Desain: Literature Review, Sumber Data: Pencarian menggunakan database Google Scholar, artikel dengan topik yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dari tahun 2016-2022. Review Metode: Pencarian artikel menggunakan PICOTS dengan keyword yang sesuai dengan penulisan. Artikel dipilih dengan seleksi jurnal, seleksi abstrak dengan kriteria inklusi dan ekslusi sehingga menemukan jurnal yang dapat di review. Hasil: Literature review dari 7 artikel yang sudah terpilih. Terdiri dari jurnal (Healthy Seventina Sirait, 2019) (Sastra et al., 2018) (Amanda Putri Anugerah, 2017) (Anggraini et al., 2021) (Sulisetyawati et al., 2019) (Jiang & Qu, 2019) (aji modabber et al., 2018) Karakteristik tersebut menunjukan adanya pengaruh kompres dingin terhadap nyeri luka post op fraktur. Kesimpulan: secara keseluruhan adanya perbedaan sebelum dan sesudah menggunakan kompres dingin untuk menurunkan intensitas nyeri luka post op fraktur Saran: diharapkan peneliti selanjutnya untuk mengkaji lebih banyak sumber maupun referensi yang terkait dengan kompres dingin agar hasil penelitian literature review jurnal lebih baik lagi.
Asuhan Keperawatan Pemenuhan Kebutuhan Oksigenasi dengan Pemberian Teknik Batuk Efektif pada Pasien PPOK di RS. X Donny Richard Mataputun; Afista Sekar Purwani
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63704/jksw.v6i1.37

Abstract

Latar Belakang : Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) sebagai penyebab kematian paling umum ketiga di dunia. Sebanyak 3,23 juta kematian pada tahun 2019 dengan merokok sebagai penyebab utamanya.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian teknik batuk efektif untuk mengatasi masalah bersihan jalan napas tidak efektif. Metode : penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pemberian batuk efektif. Hasil : didapatkan hasil pada pasien I intervensi batuk efektif berhasil dengan hasil frekuensi napas membaik, produksi sputum cukup menurun, pola napas membaik, dan batuk efektif meningkat. Sedangkan pada pasien II intervensi batuk efektif berhasil dengan hasil frekuensi napas membaik, produksi sputum sedang, batuk efektif meningkat. Pada pasien I dan pasien II tindakan telah berhasil. Kesimpulan : Penerapan batuk efektif dapat membantu pengeluaran sputum sehingga dapat mengurangi sesak napas, memberi rasa nyaman pada pasien dengan PPOK, dan dapat dilakukan secara mandiri.
Studi Penerapan Rendam Kaki Air Hangat untuk Menurunkan Insomnia pada Lansia Donny Richard Mataputun; Yasyfa Putri Dinur
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63704/jksw.v6i2.45

Abstract

Latar Belakang : Lanjut usia (lansia) merupakan tahap lanjutan dari suatu proses kehidupan dan yang sering disebut lansia yaitu berusia lebih dari 60 tahun. insomnia adalah sebuah gejala kelainan dalam tidur berupa sulit untuk tidur atau cenderung mempertahankan tidur meskipun ada kesempatan untuk melakukannya (Syadiyah, 2018). Wilayah Jakarta Barat meimiliki angka teirtinggi pada keijadian lansia insomnia seibeisar 30%, (KeimeinkeisRI, 2018). Meireindam kaki meingguinakan air deingan suihui 37-400C beirtuijuian uintuik meiningkatkan reilaksasi otot, meiningkatkan sirkuilasi darah, meinghilangkan streis, meinguirangi eideima, meiningkatkan peirmeiabilitas kapileir dan dapat meinyeihatkan jantuing. Tujuan : untuk mengetahui pengaruh terapi rendam kaki air hangat terhadap penurunan insomnia pada lansia. Metode : desain yang digunakan pada penelitian ini adalah studi kasus dengan metode deskriptif. Hasil Penelitian : Penelitian menunjukkan terdapat pengaruh rendam kaki air hangat terhadap insomnia pada lansia. Klien 1 dari insomnia sedang menjadi tidak insomnia sedangkan klien 2 dari insomnia sedang menjadi insomnia ringan.Kesimpulan : Penelitian ini menunjukkan bahwa terapi rendam kaki air hangat terbukti efektif untuk menurunkan insomnia pada lansia.
ASUHAN KEPERAWATAN PEMENUHAN KEBUTUHAN BELAJAR PADA LANSIA DEMENSIA DENGAN MASALAH PENURUNAN FUNGSI KOGNITIF MENGGUNAKAN TERAPI PUZZLE balqis ariqah; Donny Richard Mataputun
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar belakang : Demensia merupakan kondisi klinis yang ditandai dengan penurunan fungsi kognitif seperti daya ingat, kemampuan berfikir, orientasi, pemahaman, kemampuan belajar, dan bahasa. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran terkait Asuhan keperawatan pemenuhan Kebutuhan belajar pada lansia demensia dengan masalah penurunan fungsi kognitif menggunakan Terapi Puzzle. Metode penelitian: Menggunakan metode studi kasus dengan intevensi Terapi Puzzle dilakukan selama 5 hari dengan durasi waktu 20 menit. pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan Instrumen MMSE. Hasil Penelitian: Menunjukkan bahwa lansia yang melakukan Terapi Puzzle mengalami adanya peningkatan fungsi kognitif pada lansia demensia. Pada pengkajian MMSE pada pasien 1 di dapatkan skor hari pertama 18 (kerusakan aspek fungsi mental ringan) menjadi 28 (Aspek kognitif fungsi mental baik), sedangkan pada pasien II di dapatkan skor hari pertama 20 (kerusakan aspek fungsi mental ringan) menjadi 27 (Aspek kognitif fungsi mental baik). Kesimpulan :Terapi Puzzle terbukti efektif sebagai terapi Non-farmakologis yang dapat dilakukan pada lansia yang mengalami penurunan fungsi kognitif. Terapi puzzle dapat merangsang aktivitas otak yang berhubugan dengan daya ingat dan konsentrasi. Saran : Diharapkan Terapi puzzle dapat diterapkan secara rutin dalam lingkungan pelayanan lansia sebagai Intervensi keperawatan Non-farmakologi untuk meningkatkan fungsi kognitif pada lansia