Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Perilaku Petugas Rekam Medis Terhadap Penyimpanan Rekam Medis di Rumah Sakit Julia Indriaty
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63704/jksw.v6i1.56

Abstract

Rekam medis merupakan dokumen penting dalam pelayanan kesehatan yang berfungsi sebagai sumber informasi bagi tenaga medis dan sebagai bukti hukum dalam berbagai situasi. Penyimpanan rekam medis yang baik sangat bergantung pada perilaku petugas rekam medis dalam menjalankan tugasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perilaku petugas rekam medis terhadap kualitas penyimpanan rekam medis di rumah sakit. Metode penelitian yang digunakan adalah desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi langsung terhadap petugas rekam medis di beberapa rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedisiplinan, kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP), serta tingkat pemahaman petugas terhadap pentingnya rekam medis berpengaruh signifikan terhadap kualitas penyimpanan rekam medis. Oleh karena itu, peningkatan pelatihan bagi petugas serta optimalisasi sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) dapat menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi penyimpanan rekam medis.
Pengaruh Kinerja Petugas Rekam Medis Terhadap Keakuratan Pengkodingan Fraktur Julia Indriaty
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63704/jksw.v5i1.58

Abstract

Latar Belakang: Pengkodingan fraktur yang akurat sangat penting dalam sistem rekam medis karena memengaruhi validitas data pasien, klaim asuransi, serta perencanaan dan evaluasi layanan kesehatan. Kinerja petugas rekam medis berperan krusial dalam memastikan ketepatan pengkodean diagnosis dan tindakan medis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja petugas rekam medis terhadap keakuratan pengkodingan fraktur di rumah sakit. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara, dan analisis dokumen rekam medis pasien dengan diagnosis fraktur. Uji statistik dilakukan untuk menganalisis hubungan antara kinerja petugas rekam medis dan tingkat keakuratan pengkodean fraktur. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kinerja petugas rekam medis dan keakuratan pengkodean fraktur. Faktor seperti pemahaman terhadap sistem klasifikasi penyakit, ketelitian dalam pencatatan, dan tingkat pengalaman petugas berkontribusi terhadap ketepatan pengkodean. Kesimpulan: Kinerja petugas rekam medis berpengaruh secara signifikan terhadap keakuratan pengkodingan fraktur. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi petugas melalui pelatihan dan evaluasi berkala sangat diperlukan untuk memastikan kualitas data rekam medis yang optimal.
Pengaruh Pelatihan Manajemen Rekam Medis Terhadap Kualitas Dokumentasi Medis di Pelayanan Kesehatan Julia Indriaty
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63704/jksw.v5i1.59

Abstract

Kualitas dokumentasi medis merupakan faktor krusial dalam pelayanan kesehatan, yang berperan dalam kesinambungan perawatan pasien, pengambilan keputusan klinis, serta aspek hukum. Manajemen rekam medis yang baik dapat meningkatkan akurasi, kelengkapan, dan efisiensi dalam pencatatan data pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan manajemen rekam medis terhadap kualitas dokumentasi medis di fasilitas pelayanan kesehatan. Metode penelitian yang digunakan adalah desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi langsung sebelum dan sesudah pelatihan terhadap petugas rekam medis di berbagai rumah sakit dan klinik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan manajemen rekam medis berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan kelengkapan, ketepatan waktu, dan kepatuhan dalam pencatatan data pasien. Oleh karena itu, pelatihan berkala dan penerapan sistem pencatatan elektronik direkomendasikan untuk meningkatkan kualitas dokumentasi medis