Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Membangun Kemandirian Belajar Melalui Pendekatan Pendidikan Islam Aris Fadillah; Mukhlissal Hasbi; Sucitra Sucitra
Journal of Innovative and Creativity Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v4i2.133

Abstract

Kemandirian belajar merupakan kemampuan individu untuk mengelola, mengarahkan, dan mengevaluasi proses belajarnya secara mandiri. Dalam konteks pendidikan Islam, kemandirian belajar dapat dibangun melalui nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Islam, seperti disiplin, tanggung jawab, dan keikhlasan dalam menuntut ilmu. Artikel ini membahas bagaimana pendekatan pendidikan Islam dapat berkontribusi dalam membangun kemandirian belajar. Dengan menggunakan metode kajian literatur, penelitian ini mengkaji konsep kemandirian belajar dalam perspektif Islam dan bagaimana penerapannya dalam sistem pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip pendidikan Islam, seperti pembelajaran berbasis nilai, motivasi intrinsik, dan pembiasaan amal ilmiah, memiliki peran penting dalam meningkatkan kemandirian belajar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa integrasi ajaran Islam dalam proses pendidikan dapat menjadi strategi efektif dalam membentuk kemandirian belajar pada peserta didik.
Islam dan Kesehatan Mental: Menemukan Ketenangan dalam Iman Sucitra Sucitra; Aris Fadillah; Mukhlissal Hasbi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v4i2.134

Abstract

Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam kehidupan manusia, yang mencakup kesejahteraan emosional, psikologis, dan sosial. Dalam perspektif Islam, kesehatan mental tidak hanya berfokus pada aspek medis tetapi juga mencakup aspek spiritual yang berhubungan erat dengan keimanan. Islam menawarkan berbagai konsep yang dapat membantu individu mencapai ketenangan jiwa, seperti tawakal (berserah diri kepada Allah), shalat (sembahyang), dzikir (mengingat Allah), dan doa. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara ajaran Islam dan kesehatan mental serta bagaimana praktik keagamaan dapat membantu mengatasi stres, kecemasan, dan depresi. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur dari berbagai sumber akademik, kitab suci Al-Qur'an, dan hadis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keyakinan terhadap Islam dapat meningkatkan daya tahan psikologis, memberikan ketenangan batin, serta mengurangi risiko gangguan mental. Artikel ini menekankan pentingnya memperkuat keimanan sebagai bagian dari strategi menjaga kesehatan mental dan kesejahteraan emosional dalam kehidupan sehari-hari.
Peran Media Sosial Dalam Dakwah: Tantangan dan Peluang di Era Digital Mukhlissal Hasbi; Sucitra Sucitra; Aris Fadillah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v4i2.135

Abstract

Era digital telah mengubah cara dakwah disampaikan, dengan media sosial menjadi sarana utama dalam menjangkau audiens yang lebih luas. Platform seperti YouTube, Instagram, Facebook, TikTok, dan Twitter memungkinkan dakwah disampaikan secara kreatif dan interaktif melalui berbagai format seperti video, infografis, dan tulisan. Media sosial juga memungkinkan interaksi langsung antara dai dan jamaah, serta penyebaran nilai-nilai Islam secara lebih efektif. Namun, dakwah di media sosial menghadapi tantangan seperti misinformasi, konten yang kurang terverifikasi, kritik, serta komersialisasi dakwah. Meskipun demikian, media sosial tetap memberikan peluang besar dalam meningkatkan kualitas dakwah, memperluas jangkauan pesan, serta meningkatkan kesadaran keislaman di masyarakat. Oleh karena itu, pemanfaatan media sosial dalam dakwah harus dilakukan dengan strategi yang tepat agar tetap memberikan manfaat yang optimal bagi umat.