Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dampak Pengaruh Perceraian Orang Tua Terhadap Motivasi Belajar Anak Sirojuddin Abror
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.160

Abstract

Penelitian ini untuk mendeskripsikan dampak pengaruh perceraian orang tua terhadap motivasi belajar anak. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan metode deskriptif. Teknik yang dipakai adalah kajian literatur dengan sumber data yang diperoleh dari sumber rujukan primer yaitu jurnal-jurnal, artikel, e-book, prosiding online dan sumber lain yang terkait dengan topik penelitian. Analisis data yaitu menggunakan analisis data deskriptif dengan mereduksi data, analisis serta sintesis keterkaitan dan juga interpretasi yang sesuai pada tujuan penelitian agar mendapat gambaran yang komprehensif tentang dampak pengaruh perceraian orang tua terhadap motivasi belajar anak. Temuan hasil analisis di atas adalah dampak yang dirasakan oleh anak akibat perceraian orang tua yang terjadi, memberikan gambaran bahwa peran orang tua dalam tumbuh kembang anak sangatlah penting, terlebih hubungan batin antara mereka. Idealnya orang tua seharusnya dapat memenuhi atau mengelola kebutuhan dasar anak dengan sebaik mungkin agar berdampak bagi pertumbuhan dan perkembangan anak secara batin, rohani, kecerdasan maupun kehidupan sehari-hari yang berlangsung dengan ideal. Hasil penelitian ini juga mengungkapkan bahwa orang tua memiliki peran yang lebih dari sekadar hadir di sekitar anak. Mereka berperan krusial dalam memotivasi anak untuk belajar. Oleh karena itu, penting bagi orang tua, terutama yang bercerai, untuk menyadari betapa signifikan kontribusi mereka dalam mendukung semangat belajar anak. Anak yang merupakan korban bercerainya orang tua mereka juga menunjukkan bahwa motivasi belajar rendah dikarenakan menurunnya prestasi belajar anak, mundurnya kemandirian belajar anak, kurangnya pemberian kasih sayang orang tua, kurangnya kepercayaan diri anak, rendahnya self-regulartion anak dan mudah emosi. Perceraian berdampak negatif terhadap tumbuh kembang anak, karena di jenjang pertumbuhan mereka ini masih begitu butuh akan perhatian, dukungan beserta kasih dari kedua orang tua mereka. Jika hal itu tidak bisa dipenuhi, maka dapat berdampak negatif pada anak, terutama pada aspek motivasi belajar, pribadi dan sosial anak.
Pengaruh Tingkat Pendapatan Orang Tua terhadap Prestasi Belajar Siswa Sirojuddin Abror; Mohammad Asifur Rohman
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.929

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji berbagai studi yang mengeksplorasi hubungan antara kondisi ekonomi (tingkat pendapatan) orang tua dengan prestasi belajar peserta didik. Metode yang diterapkan pada kajian ini merupakan tinjauan pustaka (literature review) melalui pengumpulan informasi secara sistematis dari berbagai referensi akademik yang berkaitan dengan topik penelitian, meliputi publikasi ilmiah nasional maupun internasional yang terdaftar dalam pangkalan data seperti Google Scholar, Scopus, Sinta, dan repositori akademik sejenis. Analisis komprehensif dilaksanakan terhadap sebelas studi dengan cara mengkaji metodologi penelitian, hasil-hasil pokok, keseragaman temuan, dan variasi pendekatan yang diterapkan dalam riset-riset terdahulu. Hasil kajian mengindikasikan bahwa sebagian besar studi yang mengeksplorasi hubungan kondisi ekonomi (tingkat pendapatan) orang tua dan prestasi belajar menunjukkan adanya korelasi positif yang bermakna secara statistik. Hanya sejumlah kecil penelitian yang melaporkan tidak adanya hubungan yang bermakna secara statistik. Berdasarkan temuan tersebut, dapat dirumuskan bahwa kondisi ekonomi (tingkat pendapatan) orang tua menjadi determinan penting dalam mendukung prestasi belajar, sebab mampu memberikan kontribusi positif terhadap performa belajar peserta didik.