Hubungan masyarakat dalam lembaga pendidikan pada dasarnya adalah kominikasi segenap komponen pada suatu lembaga pendidikan dalam rangka memberikan pengertian, menumbuhkan dan mengembangkan pengertian dan kemasan baik publiknya serta memperoleh opini publik yang menguntungkan atau untuk menciptakan kerja sama berdasarkan hubungan yang baik dengan publik. Tulisan ini adalah kajian literatur tentang kerjasama antara lembaga pendidikan dengan masyarakat terorganisasi. Tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat adalah untuk mendapatkan umpan balik dari masyarakat atau kebijakan-kebijakan yang ditempuh lembaga, untuk menunjukkan interpretasi pengelolaan pendidikan sehingga memiliki akuntabilitas publik yang tinggi dan ntuk mendapatkan dukungan rill dari masyarakat terhadap kelangsungan lembaga pendidikan. Teknik-teknik humas dalam lembaga pendidikan dapat dilakukan dengan cara memberikan laporan pada orang tua, membuat majalah dan surat kabar sekolah, mengadakan pameran sekolah, mengadakan open house, kunjungan orangtua peserta didik ke sekolah, memberikan laporan tahunan secara detail, membuat organisasi perkumpulan alumni dan mengoptimalkan kegiatan ekstrakurikuler. Hubungan kerjasama lembaga pendidikan dengan masyarakat terorganisasai dalat dilakukan dengan beberapa lembaga antara lain: PERS (media), Kualita Pendidikan Indonesia (KPI), Ikatan Sarjana Manajemen Pendidikan Indonesia (ISMAPI), Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), dan Asosiasi Bimbingan Konseling Indonesia (ABKINS). Adapun bentuk kerjasama lembaga pendidikan dengan pers (media) dapat dilakukan dengan cara membuat siaran pers (press release), konferensi pers atau temu pers, wawancara khusus, perjalanan pers (press tour), sponsor lomba jurnalistik, dan mengunjungai kantor pers.