Rafli Umar
Institut Agama Islam Negeri Ternate, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Praktik Poligami di Kalangan Kader Wahdah Islamiyah Ternate, Maluku Utara Perspektif Sosiologi Islam dan Hukum Islam Rafli Umar; Fatum Abubakar; Abdul Haris Abbas
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.258

Abstract

Penelitian ini dilandasi oleh fenomena praktik poligami yang terjadi di kalangan kader Wahdah Islamiyah Ternate, Maluku Utara. Fokus utama dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang melatarbelakangi keputusan para kader untuk berpoligami dan kesiapan sebagian istri untuk dipoligami, serta untuk menganalisis bentuk relasi yang terjalin antara suami dan istri dalam keluarga poligami. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi lapangan, wawancara mendalam, dokumentasi, serta studi pustaka terhadap dokumen-dokumen yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam praktik pernikahan poligami di kalangan kader Wahdah Islamiyah Ternate, agama digunakan sebagai wacana dominan yang memberikan legitimasi terhadap praktik tersebut. Namun, dalam perspektif sosiologi Islam dan hukum Islam, praktik ini memperlihatkan adanya relasi kuasa yang timpang dalam struktur rumah tangga. Akumulasi berbagai bentuk modal seperti modal ekonomi, sosial, budaya, dan simbolik menentukan posisi dan peran masing-masing pihak dalam keluarga. Suami, yang memiliki dominasi modal, cenderung menentukan nilai-nilai yang dijalankan dalam rumah tangga, termasuk dalam praktik poligami itu sendiri. Bentuk dominasi ini seringkali tidak disadari oleh istri dan bekerja secara halus, yang oleh Pierre Bourdieu disebut sebagai kekerasan simbolik. Temuan ini memperlihatkan bahwa praktik poligami tidak semata-mata dipengaruhi oleh doktrin agama, tetapi juga dipengaruhi oleh struktur sosial dan relasi kuasa yang dibentuk oleh dinamika modal dalam masyarakat, sehingga perlu ditinjau secara kritis dalam perspektif sosiologi Islam dan hukum Islam.