Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam kehidupan mahasiswa yang sering kali terabaikan. Beban akademik, tekanan sosial, dan perubahan gaya hidup menjadikan mahasiswa kelompok yang rentan mengalami gangguan psikologis seperti stres, kecemasan, dan depresi. Di Universitas Alifah Padang, hasil observasi awal menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa mengalami gejala gangguan mental ringan hingga sedang, namun enggan memanfaatkan layanan konseling kampus karena alasan privasi, kurangnya informasi, serta keterbatasan waktu. Menanggapi permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah aplikasi mobile berbasis Flutter yang dapat digunakan untuk memantau dan mendukung kesehatan mental mahasiswa secara mandiri, efektif, dan berkelanjutan. Flutter dipilih sebagai framework pengembangan karena mendukung aplikasi lintas platform (Android dan iOS) dengan efisiensi waktu dan biaya. Aplikasi ini dirancang dengan fitur-fitur utama yaitu: (1) Self-Assessment menggunakan kuesioner DASS-21 untuk mendeteksi tingkat stres, kecemasan, dan depresi secara mandiri; (2) Mood Tracker harian untuk mencatat suasana hati pengguna yang divisualisasikan dalam grafik interaktif; (3) Psikoedukasi, yaitu konten artikel dan video edukatif tentang kesehatan mental yang disusun oleh tim psikolog kampus; dan (4) Layanan Konsultasi berbasis chat dan penjadwalan dengan konselor. Aplikasi ini juga dilengkapi fitur notifikasi pengingat harian serta sistem keamanan data berbasis Firebase dan autentikasi pengguna yang aman. Metodologi pengembangan mengikuti pendekatan Waterfall yang mencakup tahap analisis kebutuhan, desain, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Survei awal dilakukan terhadap 150 mahasiswa aktif untuk mengidentifikasi kebutuhan fungsional, preferensi fitur, dan tantangan yang dihadapi dalam menjaga kesehatan mental. Hasil survei menunjukkan bahwa lebih dari 70% responden menginginkan adanya platform digital yang bisa digunakan secara anonim dan mudah diakses kapan saja. Berdasarkan hasil tersebut, desain aplikasi dibuat menggunakan pendekatan user-centered design, dengan prototipe diuji melalui usability testing kepada kelompok kecil pengguna awal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ini mampu meningkatkan kesadaran dan pemantauan diri terhadap kondisi mental mahasiswa. Lebih dari 85% responden merasa terbantu dalam memahami dan merefleksikan kondisi psikologis mereka melalui fitur mood tracker dan self-assessment. Aplikasi ini berpotensi menjadi solusi digital yang relevan dalam mendukung layanan kesehatan mental di lingkungan kampus.