Era milenial ditandai dengan kemajuan teknologi, keterbukaan informasi, dan keragaman identitas yang semakin nyata di tengah masyarakat, termasuk di lingkungan sekolah. Dalam konteks ini, pendidikan agama Islam dituntut untuk tidak hanya mentransmisikan ajaran keagamaan, tetapi juga membentuk sikap keberagamaan yang moderat, inklusif, dan toleran. Studi literatur ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana konsep moderasi beragama dapat menjadi pilar utama dalam pendidikan agama Islam di sekolah, khususnya dalam membentuk karakter siswa yang mampu hidup harmonis dalam keberagaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan menelaah berbagai sumber akademik seperti jurnal ilmiah, buku, dan laporan kebijakan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa moderasi beragama mencakup nilai-nilai seperti keseimbangan, toleransi, anti kekerasan, dan penghargaan terhadap perbedaan, yang sejalan dengan tujuan pendidikan Islam dalam membentuk akhlak mulia. Dalam konteks sekolah, penerapan nilai-nilai ini dapat dilakukan melalui integrasi dalam kurikulum, pendekatan pembelajaran yang dialogis, dan keteladanan guru. Pendidikan agama yang berorientasi pada moderasi tidak hanya mencegah radikalisme, tetapi juga memperkuat identitas kebangsaan dan mempererat hubungan antarumat beragama. Oleh karena itu, penguatan moderasi beragama perlu dijadikan prioritas dalam pengembangan pendidikan agama Islam yang adaptif terhadap tantangan era milenial.