Taufik
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Habitual Social Media Use Terhadap Kelalaian Ibadah Salat pada Mahasiswa Perguruan Tinggi Berbasis Islam di Banda Aceh Syakira Alfi Zahri; Taufik; Anita
AN-NASHIHA Journal of Broadcasting and Islamic Communication Studies Vol. 6 No. 1 (2026): April : Jurnal AN-Nashiha Journal of Broadcasting and Islamic Communcation Stud
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/an-nashiha.v6i1.2893

Abstract

This research was conducted to analyze the influence of habitual social media use on the neglect of prayer obligations among students at Islamic-based universities in Banda Aceh. The phenomenon of automation in social media use has the potential to disrupt students' religious priorities. This study employs a quantitative approach with a survey method involving 107 respondents, obtained through non-probability sampling techniques. Data were analyzed using simple linear regression with the assistance of IBM SPSS 26. There is a significant positive relationship between habitual social media use and the neglect of prayer, as evidenced by a t-value of 6.646, which is greater than the t-table value of 1.982, with a significance of 0.000. The resulting regression equation is Y = 3.096 + 0.641X, where the constant value of 3.096 indicates the baseline level of neglect, while the regression coefficient of 0.641 confirms that every increase in habitual social media use will increase the neglect of prayer. The R-Square contribution of the social media habit variable reaches 29.6%, while the remaining 70.4% is influenced by other internal and external factors outside of this study. This research proves Robert LaRose's theory regarding deficient self-regulation, which shows that uncontrolled social media habits can weaken students' self-regulation in carrying out their prayer obligations.
Komunikasi Intrapersonal Mahasiswa dan Peran Orang Tua terhadap Tekanan Akademik Mahasiswa KPI UIN Ar-Raniry Syaqira Assyabirra; Suci Mulia; Ulva Khairun Nisa; Taufik
Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/ittishol.v7i1.4421

Abstract

Tekanan akademik yang dialami mahasiswa sering kali tidak diimbangi dengan kemampuan komunikasi intrapersonal yang memadai, sehingga mahasiswa kesulitan mengenali kondisi diri, mengelola emosi, dan mengambil keputusan secara adaptif. Kondisi ini semakin kompleks ketika komunikasi dalam keluarga, khususnya peran orang tua, tidak selalu memberikan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan psikologis mahasiswa. Komunikasi intrapersonal dan peran orang tua merupakan dua aspek yang memiliki pengaruh besar terhadap cara mahasiswa merespons dan menghadapi tekanan akademik. Komunikasi intrapersonal membantu mahasiswa dalam mengenali diri, mengevaluasi pikiran, mengelola emosi, serta menumbuhkan keyakinan diri ketika menghadapi tuntutan akademik. Sementara itu, peran orang tua tidak hanya terlihat melalui dukungan finansial, tetapi juga melalui dukungan moral, motivasi, dan ekspektasi akademik yang dapat membentuk respons psikologis mahasiswa terhadap tekanan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana komunikasi intrapersonal dan peran orang tua berpengaruh terhadap tekanan akademik pada mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Ar-Raniry. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam kepada beberapa mahasiswa yang mengalami tekanan akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa merasakan dukungan emosional dan moral dari orang tua melalui pola komunikasi keluarga yang terbuka dan suportif (conversation orientation), sehingga membantu mereka mengelola stres dan tetap adaptif. Namun, terdapat pula temuan mengenai kecenderungan conformity orientation, yaitu ketika orang tua menuntut kesesuaian dan membandingkan anak dengan orang lain, yang justru meningkatkan tekanan psikologis dan kecemasan akademik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kualitas komunikasi dalam keluarga memiliki pengaruh signifikan terhadap pembentukan komunikasi intrapersonal mahasiswa dan kemampuan mereka menghadapi tekanan akademik secara sehat dan adaptif.
Membangun Percaya Diri Mahasiswa KPI dalam Dakwah Digital: Studi Kasus di Platform TikTok Raihana Salsabilla; Salsabila Salwa Jaisa; Rissa Kumala Dewi; Mirna Putri; Taufik
Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/ittishol.v7i1.4712

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena rendahnya kepercayaan diri mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) dalam berdakwah di platform TikTok, meskipun media sosial tersebut memiliki potensi besar sebagai sarana penyebaran dakwah digital yang kreatif dan luas jangkauannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan mahasiswa KPI kurang percaya diri dalam berdakwah di TikTok serta upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan diri tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang berfokus pada lima mahasiswa KPI UIN Ar-Raniry Banda Aceh yang aktif membuat konten dakwah di TikTok. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi konten, dan dokumentasi akun TikTok informan, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab rendahnya kepercayaan diri mahasiswa meliputi pengalaman pribadi yang terbatas, pandangan konvensional terhadap dakwah digital, kurangnya dukungan lingkungan, dan ketakutan terhadap komentar negatif. Adapun upaya yang dapat meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa adalah melalui pelatihan atau kuliah dakwah digital, strategi bertahap dalam tampil di media sosial, dukungan komunitas kampus, serta motivasi pribadi yang berlandaskan niat ikhlas berdakwah.