Dwi Sisca Kumala Putri
Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat Badan Litbang Kesehatan, Jl Percetakan Negara 29 Jakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

NILAI BATAS BERAT LAHIR SEBAGAI PREDIKTOR KEJADIAN STUNTING PADA ANAK UMUR 6-23 BULAN DI INDONESIA Dwi Sisca Kumala Putri; Nur Handayani Utami
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) Vol. 38 No. 1 (2015)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v38i1.4425.79-85

Abstract

ABSTRACTStunting reflected nutrition inadequacy in long-term period. Birthweight is one of the predictor of stunting. The objective of the study was to determine cut-off point of birthweight as a predictor of stunting in children aged 6-23 months in Indonesia and to assess the association of birthweight with stunting adjusted by confounders. The samples of this analysis were 6333 children aged 6-23 months, taken from Baseline Health Research 2013. The dependent variable was stunting. The independent variables was birthweight and the confounders werebirth length, age, sex, infectious diseases, mother’s and father’s education, mother’s and father’s occupation, economic status, mother’s stature, and place of living. Cut-off point of birthweight was determined by Relative Operating Characteristic Curve analysis. Odds Ratio and 95 percent confident interval was calculated by logistic regression. The result showed that birthweight 3150 grams or less could predict stunting in children aged 6-23 months (Se 56,2% and Sp 52,8%). Children with birth weight 3150 grams or less were 1,24 more likely to become stunting than children with birth weight 3150 grams or above. It is concluded althoughbirthweight was significantly associated with stunting but birthweight was not a strong predictor of stunting in Indonesia.Keywords: birth weight, stunting, toddlerABSTRAKKondisi stunting menunjukkan ketidakcukupan gizi dalam jangka waktu yang lama (kronis). Berat lahir merupakan salah satu prediktor kejadian stunting pada balita. Tulisan ini bertujuan untuk menentukan nilai batas berat lahir sebagai prediktor kejadian stunting pada anak umur 6-23 bulan yang lahir cukup bulan di Indonesia serta menilai hubungan antara berat lahir dan stunting setelah dikontrol variabel perancu. Sampelpada analisis ini ialah data sekunder 6333 anak 6-23 bulan yang lahir cukup bulan sampel Riset Kesehatan Dasar 2013. Variabel dependen ialah stunting dan variabel independen ialah berat lahir. Variabel perancu ialahpanjang lahir, jenis kelamin, umur, penyakit infeksi, pendidikan ibu dan ayah, pekerjaan ibu dan ayah, status ekonomi, tinggi badan ibu, dan tempat tinggal. Nilai batas berat lahir ditentukan dengan analisis kurva Relative Operating Characteristic. Odds Ratio dan 95% Confident Intervals diperoleh dengan analisis regresi logistik. Hasil analisis menunjukkan berat lahir 3150 gram atau kurang dapat memprediksi kejadian stunting (Se 56,2% dan Sp 52,8%). Anak dengan berat lahir 3150 gram atau memiliki odds 1,24 kali untuk menjadi stunting dibandingkan dengan anak dengan berat lahir 3150 gram atau lebih. Dengan hasil ini disimpulkan bahwa walaupun berat lahir berhubungan signifikan dengan kejadian stunting, tetapi merupakan faktor prediktor yang lemah terhadap terjadinya stunting pada anak umur 6-23 bulan di Indonesia. [Penel Gizi Makan 2015, 38(1):79-85]Kata kunci: berat lahir, stunting, baduta