Sri Muljati
Kelompok Program Penelitian Gizi Kelompok Masyarakat Tertentu, Puslitbang Gizi, Bogor

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMULIHAN GIZI BURUK PADA ANAK BALITA MELALUI SUATU PAKET PENDIDIKAN GIZI DAN KESEHATAN Sri Muljati; Arnelia Arnelia
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 12 (1989)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.2002.

Abstract

Kurang Kalori Protein (KKP) merupakan salah satu masalah gizi utama di Indonesia yang masih banyak ditemukan pada anak usia di bawah lima tahun. Kurang Kalori Protein berat (gizi buruk) pada masa usia Balita dapat mengakibatkan perkembangan fisik dan mental terhambat. Disamping penyakit infeksi, kurang konsumsi makanan merupakan salah satu penyebabnya. Makanan anak balita sangat tergantung dari apa yang diberikan oleh ibunya atau orang lain yang mengasuhnya; maka tepat kiranya bila dalam pemulihan gizi buruk pada anak Balita, dilakukan pendidikan gizi dan kesehatan kepada ibu disamping pengobatan penyakit infeksi terhadap anak. Dalam makalah ini dilaporkan hasil penelitian yang bertujuan untuk mempelajari perubahan pengetahuan ibu tentang gizi dan kesehatan, konsumsi kalori dan protein serta rata-rata kenaikan berat badan anak terhadap baku setelah intervensi selama enam bulan. Penelitian dilakukan terhadap 40 anak usia Balita pengunjung Klinik Gizi, Puslitbang Gizi, Bogor. Selama penelitian subjek datang 12 kali: empat kali pada bulan pertama, enam kali pada tiga bulan selanjutnya dan dua kali pada dua bulan terakhir. Pemberian vitamin A dosis tinggi dilakukan pada kunjungan pertama, sementara pengobatan penyakit infeksi, pendidikan gizi dan kesehatan kepada ibu, serta pemberian susu skim 150 gram kepada anak gizi buruk dilakukan pada setiap kali kunjungan. Sebagian besar penderita gizi buruk berasal dari keluarga dengan sumber mata pencaharian sebagai buruh; pengeluaran per kapita per bulan Rp. 20.000,- ke bawah, dan sebagian besar ibu subjek berpendidikan tidak tamat SD. Setelah intervensi, terdapat kenaikan rata-rata BB/U sebesar 157 persen terhadap baku, serta perubahan yang bermakna, baik pada pengetahuan ibu tentang gizi dan kesehatan pada taraf uji 0.05, maupun rata-rata persentase konsumsi kalori dan protein terhadap kecukupan (p<0.01). Semakin ringan keadaan gizi buruk yang diderita, dan semakin dini intervensi dilakukan, proses pemulihan gizi buruk semakin cepat; atau semakin berat keadaan gizi buruk yang diderita, semakin lama pula proses pemulihannya.
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN PEMBERIAN PERTAMA KALI MAKANAN TAMBAHAN KEPADA BAYI Sri Muljati
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 13 (1990)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.1962.

Abstract

Tulisan ini adalah hasil analisis data penelitian aspek psikososial pada anak Balita KKP di daerah pedesaan Bogor tahun 1986. Anak gizi buruk sebagai kasus (42 anak) dan anak gizi baik sebagai kontrol (42 anak) dianalisis secara epidemiologis untuk mengetahui hubungan antara status gizi anak Balita dengan makanan tambahan yang pertama kali diperkenalkan kepada bayi. Hasil analisis menunjukkan bahwa peluang (odd ratio) anak menjadi gizi buruk karena diberi makanan tambahan pertama kali pada umur 3 bulan adalah 0.59 kali (terendah 0.24 dan tertinggi 0.68) daripada menjadi gizi baik. Jika diberikan pada umur 6 bulan peluangnya 0.65 (terendah 0.01, tertinggi 49.1). Analisis lebih lanjut ternyata umur merupakan confounding dalam hubungan tersebut. Demikian pula penyapihan memegang peranan penting terhadap terjadinya gizi buruk. Pemberian makanan tambahan pada umur dini tidak menyebabkan terjadinya gizi buruk.